Selasa, 06 Agustus 2013

Rayap Perahu

Alkisah ada dua orang laki-laki bekerja keras membuat sebuah perahu. Ketika sedang sibuk bekerja, mereka berdua menemukan rayap di sebuah papan. Salah seorang dari mereka kemudian ingin membuang papan tersebut, tapi temannya melarang dan berkata, “Kenapa papan ini dibuang? Kan sayang… Lagipula tidak ada masalah, cuma kena rayap sedikit saja.”

Karena tidak ingin mengecewakan temannya, papan yang ada rayapnya pun digunakan untuk membuat perahu.

Selang beberapa hari, perahu pun selesai dan sudah bisa digunakan untuk melayari lautan.

Beberapa tahun kemudian, rayap-rayap itu ternyata bertelur dan menetas. Rayap-rayap itu kemudian menggerogoti kayu kapal, bahkan rayap-rayap itu menyebar kemana-mana hingga memakan kayu yang ada di lambung kapal.

Kapal terus digunakan dan tak seorang pun sadar, hingga akhirnya kayu-kayu perahu itu pun mulai keropos, dan ketika dihantam oleh ombak besar, air berhasil menembus masuk dari celah-celah dan lubang-lubang kayu.

Karena hujan juga sering turun dengan deras, para awak perahu tidak mampu lagi menguras air yang masuk ke dalam perahu sehingga akhirnya perahu itu karam.

Well… Jika kita mau berjiwa besar, maka kita akan menyadari bahwa seringkali begitulah dengan kita selama ini. Pada kenyataannya, kita sering tidak sadar kalau perbuatan-perbuatan kesalahan kecil dan remeh yang kita lakukan kadang-kadang justru malah menimbulkan malapetaka besar.

Banyak sekali contoh real:
- Coba-coba narkoba, dan berkembang kebablasan menjadi pecandu.
- Berjudi kecil-kecilan lalu berkembang menjadi besar, lalu jadi bangkrut.
- Hubungan yang kandas karena membuka diri dan membiarkan pihak ketiga hadir, yang berawal dianggap sebagai teman biasa, lalu berkembang menjadi perusak hubungan yang sudah ada.
- Dan seterusnya yang terlalu banyak untuk disebutkan.

What’s The Point?

Tanamkan dalam PIKIRAN kita: “JANGAN MAIN API!”
Api memang berguna jika diberdayakan sesuai “fungsi”nya, namun jika kita “bermain” api, kerap yang terjadi kemudian adalah sebaliknya: kita yng malah jadi mainan api tersebut!

Lalu bagaimana jika kita bimbang menentukan sikap dalam kegalauan?

Hey, Ingat IMAN?
Yup, Back To Basic… Bawa dalam Doa dengan keimanan kita dan bersikaplah berpanduan pada FIRMANNYA.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” *Mat 26:41*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar