Minggu, 29 September 2013

Dukung Vania Larissa

Dukung Vania Larissa dalam ajang Miss World 2013!

Salah satu caranya dengan menyukai fanspage di bawah ini,

https://www.facebook.com/profile.php?id=331293446945697&refid=46

Berikut sedikit biografi dari Vania

Vania Larissa (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Maret 1996; umur 17 tahun) merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia yang juga merupakan pemenang Miss Indonesia 2013.[1] Dia menjadi terkenal saat menjadi juara dalam ajang pencarian bakat Indonesia's Got Talent tahun 2010. Dia berkarier di dunia musik sejak tahun 2010. Vania yang lahir di Kota Pontianak sekarang ini telah menetap di Jakarta dan bersekolah di Sekolah Pelita Harapan. Suaranya yang ber-genre pop & seriosa.

Lagu utamanya adalah Rahasia dirilis tahun 2011. Vania juga merilis album Damai BersamaMu bersama dengan Agnes Monica, Ruth Sahanaya, Once, Mike Mohede, Sammy Simorangkir, Rio Febrian, Ari Lasso, Maria Shandi dan masih banyak lagi

Saksikan Final Miss World 2013!

Malam ini, pukul 07.00 pm.

LIVE di RCTI!

Gadis Dengan Setangkai Mawar

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.

Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing-masing dan jalinan cinta mereka pun tumbuh.

John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis, “Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimana pun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.”

Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai. “Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku,” kata Nona Hollis.

Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba-tiba jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya. Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekuntum mawar merah di kerahnya. “O….itu Hollis!!!”

Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi dua ingin lari mengejar sang gadis cantik, tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang. Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya, “Nama saya John Blanford, anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah anda makan malam bersama saya?”

Sang wanita tersenyum ramah dan berkata, “Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan, maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji anda.”

Seringkali kita melihat fisik seseorang, padahal jauh dari itu semua, hatilah yang terpenting.

Jumat, 27 September 2013

Syukurilah Kehidupan

Seorang bocah di Korea Selatan bernama Tae-Ho, yang dilahirkan ke dunia ini dengan keadaan khusus: anggota tubuh yang tidak lengkap. Ia tidak memiliki lengan dan pada bagian kakinya hanya terdapat empat jari. Tim medis yang menangani proses kelahirannya (tahun 2000), memprediksi bahwa bocah malang ini tidak memiliki kemungkinan bertahan hidup hingga 10 tahun.

Seakan-akan ketidakberuntungan yang menimpanya belum cukup, tak lama setelah lahir, Tae-Ho ditinggalkan oleh orangtua kandungnya sendiri karena mereka tidak tahan melihat kondisi anak yang telah dilahirkannya. Maka, Tae-Ho pun dikirim ke panti asuhan di Seung Ga-Won, Korea Selatan oleh Holt (Children Service Incorporated).

Lantas, apa yang terjadi pada Tae-Ho? Ia masih hidup sampai saat ini. Usianya 11 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan. Meskipun memiliki kekurangan, ia tidak mau bergantung pada orang lain dan tidak mudah menyerah. Semua kegiatan ia lakukan sendiri termasuk makan dan mengganti pakaian.

Tae-Ho adalah anak lelaki yang berhati teguh dan berpikiran positif. Ia selalu menghadapi segala hal dengan senyuman. Ketika ditanya, apakah ia mengalami kesulitan karena keadaan tubuhnya, ia menjawab, “Tidak, saya baik-baik saja!” Bahkan Tae-Ho selalu membantu saudara-saudaranya di panti asuhan. Tae-Ho pun mampu menjalani kegiatan belajar dan bermain di sekolah seperti anak-anak normal lainnya.

Kisah Tae-Ho ini tentunya dapat menginspirasi kita, di balik kekurangannya terdapat jiwa besar yang sangat luar biasa! Melalui Te-Ho pula, kita diingatkan untuk selalu mensyukuri kehidupan (apalagi jika kita memiliki tubuh yang sempurna). Kombinasikan jiwa positif, semangat teguh, dan senyuman, maka kehidupan yang cerah ada di tangan kita semua.

Tinggikan Diri-Mu

Rasanya jalan tak kan cukup panjang untuk menuliskan cintaMU

Lautan tak kan cukup luas untuk menampung besarnya pengorbananMU

Bahkan langitpun tak kan cukup tinggi untuk membandingkan kesetiaanMU

* Mazmur 108:5,
Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi.

Rabu, 25 September 2013

Hachiko

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.

Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.

Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing itu? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun – dan sekali lagi – ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.

Beberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja – setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore – hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.

Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

Senin, 23 September 2013

Pengusaha Yang Gagal

Seorang salesman yang masih muda dan belum bermakan garam di bidang usaha merasa amat berputus asa setelah usahanya mengalami kegagalan total. Ia sudah berjuang penuh antusias sebagaimana layaknya seorang muda yang masih penuh semangat. Namun usahanya yang pertama kini harus berakhir dengan kepahitan.

Suatu hari ia datang menghadap managernya dan menceritakan kepedihannya. Ia katakan bahwa ia sudah berusaha keras, namun kegagalanlah yang harus ia telan. Di sela-sela percakapannya, ia bergumam seakan kepada dirinya sendiri, “Pengalaman ini seakan membuktikan bahwa kita hanya bisa menggiring seekor kuda menuju sebuah anak sungai, namun kita tak dapat memaksanya minum air sungai tersebut.”

Mendengar kata-kata itu, sang manager berkata, “Anakku, dengarkan kata-kataku: Tugasmu bukanlah memaksa kuda itu untuk minum. Tugasmu adalah membuatnya merasa haus. Dalam dunia usaha, tugasmu bukanlah memaksa konsumer membeli barang daganganmu, tetapi membuat mereka merasa butuh akan barang yang sedang kau jual.”

Anak muda itu mengangguk pertanda bahwa ia kini paham.

Rabu, 18 September 2013

Organ Dastan

Ketika meninggal di usia 18 bulan, bayi Dastan Trant memang belum mengerti apa artinya menyelamatkan nyawa orang. Tapi orangtuanya tak ingin Dastan mati sia-sia dengan memberikan organ tubuh anaknya ke orang lain yang membutuhkan.

Amanda dan Eric tak pernah menyangka harus berpisah dengan Dastan secepat ini. Dastan hadir ke dunia hanya selama 18 bulan. Setelah meninggal, pasangan dari Texas Utara itu pun mendonasikan organ anak ketiganya itu.

Dastan Trant terlahir dari pasangan Eric dan Amanda Trant. Dastan merupakan bayi yang kuat, sehat, dan aktif. Namun semua itu berubah ketika ketiganya berpiknik di taman beberapa hari yang lalu.

“Ternyata dalam sekejap mata banyak hal yang bisa terjadi,” ujar Amanda.

Menurut Amanda, setelah bermain-main di taman, mendadak Dastan meletakkan kepalanya di pangkuan Amanda lalu tertidur. Setelah itu barulah Amanda menyadari bahwa ada yang salah pada diri Dastan.

Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter menyatakan bahwa Dastan mengalami serangan jantung. Namun setelah beberapa hari, para dokter memvonis bahwa otak Dastan sudah tak beraktivitas lagi dan ia takkan bertahan hidup. Dastan pun dinyatakan meninggal dunia pada 21 Mei 2012.

Namun dari situlah Amanda dan Eric membuat keputusan yang berani.

“Kami pun sepakat untuk mendonasikan organ Dastan,” kata Amanda seperti dilansir dari myfoxdwf, Senin (28/5/2012).

“Anda harus ingat bahwa kami berada di rumah sakit dan kami melihat banyak anak-anak di sekitar ruangan kami yang menderita,” tambah Eric.

Akhirnya jantung Dastan diberikan pada gadis berusia 2 bulan, sedangkan organ hatinya didonasikan pada gadis berusia 1 tahun. Seorang wanita berusia 68 tahun pun kini telah memiliki ginjalnya.

“Untuk menghidupkan kenangan tentang Dastan dengan cara seperti ini merupakan sesuatu yang magis bagi kami karena suatu hari kami bisa mendengar hatinya lagi atau melihat beberapa gadis kecil yang bisa hidup karenanya atau melihat seorang nenek yang dapat melanjutkan hidupnya dengan ginjal balita dalam dirinya,” tandas Eric.

Minggu ini, Eric dan Amanda telah diberitahu bahwa ketiga operasi transplantasi organ dari putranya berhasil.

“Rasanya kami telah diberitahu oleh Tuhan bahwa semuanya telah baik-baik saja,” kata Amanda.

“Hal ini memberi Anda seseorang untuk didoakan karena sekarang kami bisa mendoakan mereka sama halnya dengan mereka mendoakan kami,” tambah Eric.

Bocah laki-laki yang menyukai Batman ini pun dimakamkan di The Colony, Texas Utara pada 26 Mei 2012.

Pasangan Eric dan Amanda pun berharap kenangan tentang Dastan akan terus hidup dengan terus mengkampanyekan donasi organ serta mengajak masyarakat setempat untuk mendukung kampanye tersebut.

Tak Sampai Tergeletak

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tanganNya. Mazmur 37:23

Amin, saudara ??? :D

Selasa, 17 September 2013

Sebuah Piano Merah Mahoni

Bertahun-tahun yang lalu ketika aku masih berusia dua puluhan, aku bekerja sebagai seorang salesman untuk perusahaan piano St. Louis. Kami menjual piano ke seluruh negara bagian dengan cara mengiklankan di koran-koran setempat. Jika kami sudah mendapatkan banyak pesanan, maka kami akan mengirimkan piano-piano dengan truk.

Setiap kali kami memasang iklan di daerah perkebunan kapas di Missouri tenggara, maka kami akan menerima tanggapan di atas kartu pos dari seorang wanita tua yang menulis, “Tolong kirimkan sebuah piano baru untuk cucu perempuanku. Warnanya harus merah mahoni. Aku sanggup membayar sepuluh dollar per bulan dari hasil penjualan telur.”

Tentu saja kami tidak dapat menjual sebuah piano baru dengan cicilan sepuluh dollar setiap bulan. Tidak ada bank yang mau menangani pembayaran cicilan sekecil itu, jadi kami abaikan saja kartu pos itu.

Pada suatu hari aku kebetulan berada di daerah itu untuk memenuhi permintaan beberapa pembeli, dan karena keingintahuanku, maka aku memutuskan untuk mengunjungi wanita tua penulis kartu pos itu. Aku sudah membayangkan apa yang akan aku temui. Wanita tua itu tinggal di sebuah gubug kecil sebagaimana lazimnya petani yang berbagi hasil di tengah perkebunan kapas.

Gubugnya berlantai tanah dan banyak ayam berkeliaran di dalam gubuk itu. Tentu saja ia tidak memiliki mobil, telepon, atau pekerjaan tetap. Ia tidak memiliki apa-apa kecuali atap di atas kepalanya. Atapnya pun tidak begitu baik karena aku dapat melihat langit biru dari dalam. Cucu perempuannya kira-kira berusia sepuluh tahun, bertelanjang kaki, dan memakai baju dari bekas karung terigu.

Aku menerangkan kepada wanita tua ini bahwa perusahaan kami tidak dapat menjual piano dengan cicilan sepuluh dollar sebulan dan aku mohon kepadanya untuk tidak mengirimkan kartu pos sebagai tanggapan atas iklan kami. Aku meninggalkan gubuk mereka dengan hati yang hancur.

Keteranganku tidak ada gunanya karena ia tetap saja menulis kartu pos permintaannya. Kartu pos dengan permintaan yang sama datang setiap enam minggu. Permintaannya pun sama, sebuah permohonan memelas untuk sebuah piano merah mahoni disertai janji dan sumpah bahwa ia tidak akan membayar terlambat cicilannya. Memang amat menyedihkan.

Beberapa tahun kemudian aku akhirnya memiliki perusahaan piano sendiri dan ketika aku memasang iklan di daerah itu, kartu pos dengan isi yang sama mulai berdatangan. Berbulan-bulan lamanya aku abaikan. Apa yang dapat aku lakukan?

Tetapi pada suatu hari ketika aku berada di daerah itu, ada sesuatu yang menggerakkan hatiku. Aku membawa sebuah piano merah mahoni di atas truk. Meskipun tahu bahwa aku akan membuat keputusan bisnis yang keliru, aku mengantar piano tersebut ke gubuk wanita tua itu. Aku tidak mengikut-sertakan bank. Aku sendiri yang menandatangani kontrak senilai sepuluh dollar sebulan tanpa bunga dan itu berarti lima puluh dua kali pembayaran.

Aku menurunkan piano dan memasukkannya ke dalam gubuk dan memilih tempat yang kelihatannya tidak akan kebocoran. Aku mengingatkan nenek serta cucunya agar tidak membiarkan ayam bermain dekat piano. Ketika beranjak pergi, aku merasa yakin telah membuang sebuah piano baru.

Tetapi memang pembayaran datang tepat waktu, lima puluh dua bulan, tepat seperti yang ia janjikan. Kadang-kadang ia membayar dengan uang logam yang ditempel pada sebuah karton tebal di dalam amplop. Menakjubkan memang. Aku telah melupakan hal itu selama dua puluh tahun.

Pada suatu hari aku berada di Memphis dalam rangka bisnis dan sesudah makan malam di sebuah hotel mewah, aku duduk di sofa sambil minum. Di kejauhan aku mendengar alunan suara piano yang amat indah. Aku mencari-cari dan terlihat seorang wanita muda yang cantik sedang bermain di sebuah grand piano.

Karena aku juga seorang pemain piano, aku dapat mengenali permainan seseorang yang amat mahir. Aku pindah mendekati si pemain piano agar bisa mendengar dan melihat. Ia tersenyum kepadaku dan bertanya adakah lagu yang aku ingin ia mainkan?

Ketika beristirahat ia menghampiriku dan duduk di mejaku. “Apakah anda pria yang menjual piano kepada nenekku bertahun-tahun yang lalu?”

Aku tidak menyadari kata-katanya, jadi aku memintanya menerangkan apa yang ia maksudkan. Ia mulai bercerita dan aku tiba-tiba ingat. Oh! Ia adalah gadis yang tidak beralas kaki serta memakai baju dari bekas karung terigu itu.

Ia mengatakan bahwa namanya Elise dan karena dulu neneknya tidak mampu membayar seorang guru piano, maka ia belajar bermain piano dengan cara mendengarkan radio. Ia juga mengatakan bahwa mula-mula ia bermain di tempat kebaktian yang harus mereka capai dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer. Kemudian ia bermain di sekolah dan memenangkan banyak perlombaan bermain piano, dan kemudian menerima beasiswa. Ia juga bercerita bahwa ia sudah menikah dengan seorang pengacara yang telah membelikannya sebuah grand piano yang sangat indah.

Kemudian aku bertanya, “Elise, apa warna piano itu?”

“Merah mahoni,” jawabnya.

Apakah ia tahu pentingnya warna merah mahoni itu? Keberanian dan ketekunan dari neneknya untuk mengharapkan sebuah piano berwarna merah mahoni ketika tidak ada orang yang mau menjual piano kepadanya. Juga keberhasilan yang bukan main dari gadis kecil yang tidak beralas kaki dan hanya memakai baju dari bekas karung terigu.

Mungkin Elise tidak tahu semuanya ini, namun aku amat tahu. Ini semua hanya dapat terjadi karena kasih seorang nenek terhadap cucunya…

Senin, 16 September 2013

~ KESAKSIAN PAULUS JHONNY LASUT: "TUHAN JADIKAN AKU PRIA KEMBALI" ~

Kita sering mendengar kisah tentang waria. Paulus Jhonny Lasut punya kisah panjang mengjadi seorang waria, bahkan seorang istri bagi suami ciptaannya selama 16 tahun. Semua dimulai sejak dia berada di masa kanak-kanak.

Saya merasa sudah seperti perempuan sejak dari kecil, pada umur 6-7 tahun. Tidak ada rasa bersalah atau apa, rasanya nyaman saja. Orang tua saya juga tidak ada rasa melarang atau apapun, karena saya termasuk anak yang dimanjakan. Tapi setelah saya beranjak dewasa barulah orang tua merasa ada kelainan dalam diri saya.

Pada waktu saya kelas 5 SD, itulah pertama kali saya merasakan pengalaman bersetubuh dengan sesama jenis, dengan seorang lelaki, dia seorang Angkatan Laut. Ketika menanjak dewasa jiwa homoseksual saya lebih tinggi lagi. Waktu itu saya mulai dandan, saya mulai kenal melacurkan diri, itu kelas 1 SMA. Rasanya bahagia bisa memiliki “bentuk” seperti perempuan.

Melihat itu ibu saya cuma menangis saja, sedangkan bapak saya sama sekali tidak bisa terima. Saya diikat, dipukul, dibilang bawa sial, dibawa ke penjara. Saya akhirnya punya akar pahit dan dendam pada papa saya.

Jhonny Lasut semakin terpuruk.
Waktu SMA saya pergi ke Surabaya, saya mulai mengumbar tubuh saya dan minum banyak hormon wanita. Itulah yang saya minum hingga buah dada saya bisa sampai “keluar”. Surabaya yang membuat saya mengenal kuasa kegelapan. Itulah yang membuat saya menjadi waria yang high class, saya cuma memakai dimulut dan orang menuruti apa yang saya katakan. Hasilnya besar buat saya. Kalau untuk mengguna-gunai orang saya tidak pernah pakai, tapi supaya teman dekat dengan saya, itu saya lakukan.

Ia juga terikat dengan kuasa sihir.
Seorang pria yang pernah akrab dengan saya, bahkan pernah menikah dengan saya dan menjadi suami saya, itulah yang pertama saya kenalkan dengan magic saya. Dia saya kasih makan magic saya. Karena saya mau harta yang banyak, saya membikin dia tertunduk-tunduk pada saya. Saya menjadi seorang istri lelaki itu selama 16 tahun. Saya bahagia sekali, saya rasa kewanitaan saya terpancar.

Tapi kemudian saya ada merasa takut. Kenapa saya mesti dikasih tahu begini? Ada apa?. Dikasih tahu bahwa saya tidak bisa memiliki anak. Disitulah waktu keluarganya meminta tolong saya supaya amu agar dia bisa kawin dengan seorang wanita. Disitulah pikiran saya mulai terbuka bahwa saya tidak bisa memiliki”dia” untuk selama-lamanya. Karena saya seorang waria.

Namun Tuhan bekerja dengan ajaib dalam hidup Jhonny.
Sebelum kenal dia, saya sudah tahu judi, namun tidak sekeras itu. Setelah saya pisah dengannya, penyakit judi saya semakin keras. Bulan Juni 2003 saya kalah habis-habisan dalam perjudian. Di kamar saya duduk menangis, tidak sadar saya menonton TV. Hamba Tuhan yang di layar TV berkata : “Didepan saya ada orang yang berbeban berat. Silakan angkat tangan!”.

Waktu itu saya belum tahu Kekristenan itu apa. Tapi waktu saya mengangkat tangan, disitulah Tuhan menjamah saya. Ada seperti cahaya yang masuk dalam tubuh saya, seperti ada bisikan di telinga saya “Tinggalkan”. Disitulah saya tersungkur, mencium tanah dan bernazar : “Tuhan, saya mau mengikut Tuhan”. Saya langsung mencari dimana itu yang namanya gereja.

Kemudian saya teringat : “Tuhan, memang saya sudah tersungkur, saya sudah meninggalkan dunia waria, tapi kenapa saya masih memakai pakaian wanita ke gereja?. Bisikan Tuhan selalu ada pada saya berbunyi: “Tinggalkan”. Saya tidak tahu itu suara apa, tapi disitulah saya merasakan betul-betul ketakutan. Akhirnya secara total saya minta dibaptis dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Lalu saya mengikuti pelepasan. Setelah pelepasan saya buka semua baju saya, beha saya, semua pakaian wanita saya. Saya disiapkan pakaian lelaki. Disitulah saya merasakan damai sejahtera dan sukacita melimpah.

Vonny Walandau, pembimbing rohani Jhonny Lasut bersaksi
Saya kenal John ketika namanya bukan John, tapi Farrah. Dia memang kelihatan cantik sekali karena dandanan dan hiasan yang ia pakai cukup wah, kaki dan cara duduknya seperti wanita. Tapi sekarang kalau kita bertemu dengan dia, cara duduknya bukan seperti perempuan lagi tapi betul-betul seperti laki-laki.

Pertobatan ini bukan hal yang mudah bagi Johny.
Bertobatan ini memang tidak segampang seperti kita membalik telapak tangan. Prosesnya berat buat saya tapi saya percaya didalam nama Yesus saya diselamatkan dari segala perbuatan saya ketika saya ikut dunia ini. Saya dulu adalah sampah, lebih dari sampah, tetapi saya tahu Tuhan Yesus adalah Allah yang ajaib. Dia menyelamatkan saya, kini saya adalah pria sejati segambar Allah.

"Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." (Kejadian 1:26-27)

Sabtu, 14 September 2013

Kesaksian Hidup Ricardo KAKA

Kesaksian Ricardo KAKA
Lahir di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos Santos Leite, Kaka lahir dari sebuah keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal itu tidak membuat dia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaan keluarganya, ataupun mengikuti jalan hidup keluarganya dengan menjadi penginjil. Kaka punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.

Cedera, Dokter berkata tidak dapat sembuh
Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja ia menjadi pemain yang cukup terkenal didaerahnya dengan pemain sebagai pemain cadangan di klub San Paulo. Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami cedera punggung yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan dia tidak bisa main sepakbola lagi, bahkan kemunkinan besar akan lumpuh akibat cedera itu. Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya. Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya kepada sepakbola begitu besar, kini semuanya harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan menjalani kelumpuhan.

Namun Tuhan berkata berbeda
Namun Kaka tahu kemana ia harus meminta tolong saat dokter sudah angkat tangan. Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya. Ia bernazar kepada Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola lagi, ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.

Dan keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya tahun 2001, Tahun penyembuhannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak lagi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan dalam klubnya.

Bergabung dengan Tim Nasional Brazil
Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager tim nasional brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untuk menggunakan baju kebesaran tim Brazil, dan dipercayakan untuk bertarung di piala dunia 2002. Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil, ia hanya seorang pemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil masuk tim nasional. Bagi Kaka itu adalah anugerah dan keajaiban yang besar baginya.

Walaupun dia hanya jadi pemain cadangan dan duduk dipinggir lapangan penonton pertandingan para seniornya di piala dunia, namun Kaka sudah sangat senang dapat ikut serta dalam kompetisi sebesar piala dunia. Kaka tidak menyadari Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia.

Menang di piala dunia 2002
Beberapa pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil, sehingga beberapa pemain bintang harus disimpan karena cidera. Datanglah kesempatan bagi Kaka untuk turun membela timnya. Dibawah pembelaannya Brazilpun menang, peristiwa legendaris yang menggemparkan dunia itupun terjadi, kaka menanggalkan seragam luarnya sehingga nampak di baliknya sebuah kos putih dengan tulisan yang menggegerkan, kaos putih itu bertulisan ‘I Love Jesus’.

Itu terus dilakukannya setiap kali teman-temanya merayakan gol. Dan akhirnya Brazil-pun menangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di final dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan di negaranya sendiri, kaos kesayangan yang bertulisan “I Love Jesus” itu tidak pernah dilepaskannya. Hal itu menginspirasi banyak pemain Brazil (bahkan pemain negara lain) melakukan hal yang sama.

Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia berkata, “Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat melihat apa yang Tuhan bisa lakukan dalam hidupan mereka.”

Pindah ke Liga Eropa
Permainan yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah klub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka minta Kaka masuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka-pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam Liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyumbang gelar juara scudetto bai AC Milan.

Menikah
Dalam waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujian banyak orang khususnya wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu dikejar-kejar fans wanita, dimanapun ia berada akan selalu ada jeritan gadis-gadis muda mengaguminya. Namun cinta dan kesetiaannya hanya pada Caroline Celino, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepak bola selalu dikelilingi wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan pemain bola di liga-liga besar.

Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan Caroline masih perawan. “Itu adalah periode yang penting, sebuah ujian untuk cinta kami berdua. Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum pernikahan, tapi saya bisa melewatinya."

Juara Liga Champion 2007 bersama AC Milan
Walaupun sebuah isu pindah agama sempat menerpanya diakhir tahun 2006, namun Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristus sejadi dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan Liverpool, Kaka langsung merayakan golnya dengan membuka kaosnya dan menunjukan tulisan ‘I belong to Jesus’ kemudian berlutut berdoa bersyukur di tengah lapangan. Teman-temannya yang lain turut merayakannya, tetapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa. Peristiwa ini di tonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final Liga Champion 2007.

Bagi kaka beserta seluruh pemain dan pendung AC Milan, kemenangan ini merupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan menang, ditengah kepungan raksasa Inggris yang diunggulkan yaitu Manchester United, Chelsea dan Liverpool. Kaka menjadi Top Scorer dalam Liga Champion, pertarungan liga paling bergengsi dan tertinggi di seluruh dunia. Membuatnya di nobatkan sebagai raja oleh pra media Italia, dan pantas dinobatkan menjadi pemain terbaik dunia.

Kaka telah menjadi teladan bagi banyak orang. Dalam pertandingan dia selalu berdoa, baik saat berhasil mencetak gol ataupun gagal mencetak gol. Ia membawa Alkitab kemana-mana, membacanya setiap ada waktu luang dalam pertandingan atau latihan, dan menyebutnya sebgai buku bacaan faforitnya. Teman-teman dalam satu tim mengangap dirinya sebagai jimat, tanpa dia AC Milan akan sulit untuk menang. Dia harus selalu ada bersama AC Milan, kalau tidak AC Milan pasti kalah. Dalam hidup Kaka telah menjadi terang Kristus bagi banyak orang.

Sumber: Majalah VOISE,Vol.89/2007

Catatan:
Kesaksian ini bisa menjadi berkat untuk kita, bahwa keberhasilan orang yang percaya adalah sumbernya dari Tuhan, tanpa campur tangan Tuhan kita tidak bisa perbuat apa-apa. Ada keberhasilan yang dikerjakan dengan kekuatan diri kita sendiri tanpa campur tangan Tuhan, mereka akan berhasil, tetapi mereka tidak mendapat bagian dalam kerajaan surga. Biarlah keberhasilan kita untuk mempermulikan nama Tuhan. Amin

SURAT DARI YESUS

Seperti yang kita ketahui, kita semakin dekat pd hari ulang tahunKu.
Setiap tahun adalah perayaan utk mengenangKu, Saya pikir bahwa tahun ini perayaan akan terulang lagi seperti biasa.
Seperti, ada banyak orang belanja untuk membeli hadiah, ada pengumuman di beberapa radio, TV, dan di seluruh dunia dimana semua orang berbicara bhw ulang
tahunKu semakin dekat.
Ini sungguh sangat baik, setidaknya sekali setahun, ada orang yg memikirkan Saya.

Seperti yang kita ketahui, perayaan ulang tahunKu dimulai sdh sejak bertahun-tahun yang lalu.
Pada awalnya orang2 tampaknya mengerti dan bersyukur atas semua yang telah Saya lakukan pd mereka, tapi kali ini, sepertinya tidak ada alasan untuk mengetahui perayaan apa itu sebenarnya.
Para Keluarga dan teman-temannya berkumpul utk hal2 yg menyenangkan, tapi mereka tidak tau arti dari perayaan itu.

Aku ingat tahun yg lalu ada pesta
besar utk mengenangKu. Meja makan penuh dgn makanan yg enak-enak, kue-kue, buah-buahan, berbagai macam kacang dan cokelat.
Ada banyak dekorasi yang indah dan disana ada banyak berbagai macam kado2 yg cantik.
Tapi, tahukah kau? Aku tidak diundang.
Aku adalah tamu kehormatannya
dan mereka tidak ingat untuk mengirim Saya undangan.
Pesta itu untuk Saya, tetapi ketika hari besar itu datang, Aku ditinggalkan di luar, mereka menutup pintu tepat di wajahku..

Aku ingin bersama dgn mereka dan saling berbagi dg mereka.
Ini sebenarnya tidak mengejutkanKu karena dlm beberapa tahun terakhir semua pintu mmg selalu tertutup untukKu.
Sejak Saya tak diundang, Saya memutuskan untuk datang ke pesta tanpa membuat suara.
Aku masuk dan berdiri di pojok.
Mereka semua minum, ada yang
mabuk dan bercanda2 dan menertawakan segalanya.

Untuk melengkapi pesta, ada pria gemuk berpakaian merah mengenakan janggut putih panjang memasuki ruangan & berteriak "Ho-Ho-Ho!"

Dia tampak mabuk.

Dia duduk di sofa & semua anak-anak berlari padanya, mengatakan: "Santa Claus, SantaClaus" seolah-olah pesta itu untuknya.
Pada tengah malam semua orang mulai berpelukan satu sama lain, Aku menunggu seseorang untuk memelukKu dan tahukah anda? tidak ada yg datang memelukKu..
Kemudian mereka semua mulai berbagi kado.
Mereka membuka kado mereka dg saling berharap.
Ketika semua kado dibuka, Saya melihat apakah mungkin ada satu untukKu.
Apa yg akan anda rasakan jika di ulang tahunmu orang2 berbagi kado dan kau tidak mendapatkan satupun?

Aku kemudian mengerti bahwa Aku tidak diingini di pesta itu..
Setiap tahun itu akan terulang.
Orang hanya ingat hadiah, pesta untuk makan & minum, dan tak seorangpun yg mengingatKu.
Saya rindu anda mengizinkan Saya masuk ke dalam hidup anda.
Saya ingin kau mengingat bahwa
kira2 dua ribu tahun yang lalu Saya pernah datang ke dunia ini untuk memberikan hidupKu untukmu, di kayu salib, untuk menyelamatkanmu.
Hari ini, Saya hanya ingin kau mempercayai ini dengan segenap hatimu.
Aku ingin berbagi sesuatu denganmu.

Krn banyak yg tidak mengundang
Saya ke pesta mereka, maka Saya akan membuat pesta perayaan sendiri, pesta ini akan spektakuler dan Aku telah membuat rancangannya.
Hari ini Saya mengirimkan undangan utk anda. Saya ingin tahu apakah anda akan hadir dan Saya akan membuat penyambutan untuk anda dan menulis nama anda dengan tinta emas dalam buku tamuKu.
Hanya mereka yg ada di daftar tamu yg akan diundang untuk pesta itu.
Mereka yang tidak menerima undangan akan tinggal di luar.

Jadi bersiaplah, karena ketika semua siap anda akan menjadi bagian dari pesta.
Besar harapan Saya anda mau datang.

Aku mencintaimu!
~Jesus~

KESAKSIAN ADMIN

Saya ingin bersaksi pd saudara ttg bagaimana saya terpanggil mengikut Dia, Kristus Yesus Tuhan sejati.

Nama tempat dan beberapa nama org atau Gereja sengaja saya singkat agar tdk bermaksud mengkultuskan sesuatu krn isi kesaksian itulah yg penting.

Kisahnya panjang dan akan saya coba persingkat. Semoga kesaksian ini dpt menambah Iman saudara pd Tuhan. Haleluya.

Saya lahir 33 thn lalu di Sumatera Utara dari keluarga Kristen. Jadi sjk kecil otomatis saya mmg sdh Kristen krn orangtua saya, tp tdk menjadi Kristen didalam rohani saya.

Sjk kecil saya diharuskan utk ke Gereja, tp utk apa saya tak pernah diberitahu. Akibatnya saya tumbuh menjadi org yg menjalani Kekristenan krn formalitas bkn sbg kebutuhan rohani.

Jujur saya waktu itu tak percaya Tuhan, bahkan Yesus srg saya ejek spt anggota slank krn gondrong dan berjanggut.

Di Gereja setiap khotbah dimulai saya keluar dan menggunakan uang kolekte yg diberikan ortu saya utk membeli rokok. Bgi saya itu jauh lbh penting daripada mendengar khotbah Pendeta yg cm membuat saya ngantuk.

Begitulah hari2 saya jalani hingga saya tumbuh dewasa menjadi seorang atheis yg ber-KTP Kristen. Tak dpt dihitung jg berapa hujatan yg tlh saya lontarkan pd Tuhan Yesus akibat ketidakpercayaan saya. Kedua ortu saya kmudian meninggal krn sakit saat saya msh SMA. Kdg saya berpikir mrk meninggal krn capek melihat kelakuan saya.

Kemudian sewaktu kuliah di Jogja saya jatuh kedalam narkoba jenis putaw & sex bebas. Oleh keluarga saya kmudian dipindahkan utk kuliah di kota M, tp lagi2 saya kembali meneruskan kegiatan saya berputaw ria. Akhirnya kuliah saya kembali berantakan & semangat hidup saya tak ada lg, saat itu saya mrs tak ada gunanya hidup lbh baik mati.

Krn kelakuan saya keluarga pun mulai tak perduli lg, sepertinya mrk sudah bosan dg tingkah laku saya. Suatu hari saya memutuskan utk bunuh diri saja, lalu saya ingat bhw alm.Ortu saya punya rumah di kota DS, jadi saya kesana dg rencana utk bunuh diri dg tenang. 1gram putaw & sebuah insulin sdh saya  siapkan agar nanti saya mati akibat overdosis.

Sampai disana saya kaget melihat ada spanduk Gereja di depan rumah itu, saya masuk dan disambut 2 org pria yg belakangan saya ketahui adalah penginjil yg tinggal dirumah itu. Dari mrk saya ketahui bhw ternyata rumah itu tlh mrk sewa melalui abang saya utk dijadikan pos penginjilan.

Pengen saya jotos muka mrk tp entah knp ada sesuatu di wajah mrk yg terpancar yg membuat saya spt mrs takut, pdahal sbelumnya saya tak pernah takut pd siapapun.

Mereka menawarkan 1 kamar yg msh kosong utk saya, akhirnya saya terima saja krn saat itu saya dlm kebingungan hrs bgaimana.

Singkatnya saya masuk saja ke kamar itu, pikiran saya kacau krn rencana bunuh diri saya jd berantakan. Tak lama saya tertidur bbrp jam dan kmudian saya bangun & keluar dr kamar.

Di ruang tamu saya melihat salah satu penginjil itu sdg santai makan kacang. Jd saya duduk disampingnya & menawarkan rokok tp ditolaknya, katanya dia tak merokok. Busyet ni org pikir saya, hari gni ga merokok? Akhrnya saya diam saja sambil merokok disampingnya.

Kmudian tiba2 penginjil itu bertanya, "kmu ada masalah besar ya, bisa diceritakan?" wah dukun ni org, pikir saya lagi. Kok bisa2nya dia tau? Saya jwb saya ga ada msalah apa2 tp penginjil itu masuk ke kamarnya & keluar membawa Alkitab. Dia bercerita bhw Yesus mengasihi saya. Ntah knp saya terharu mendengar ceritanya pdhal saya sdh srg mendengar cerita ttg Yesus dan saya tak pernah terharu!

Lalu saya tanya apakah Gereja itu dr aliran 'K' ? Dia jwb iya. Waduh, aliran sesat ini, ini kan aliran yg org2 blg sesat, yg suka nari2 klo ibadah??? Tp wktu itu saya diam saja.

Singkatnya kmi lama mengobrol2 seputar Alkitab dan hal2 lain diluar itu hingga malam.

Malamnya usai makan saya masuk kamar dg pkiran yg trs berkecamuk. Saya mrs suara panggilan Tuhan saat itu bgtu kuat didalam hati saya, tp setan msh ttp menguasai sbagian besar diri saya. Keinginan utk bunuh diri msh sgt kuat. Jadi saya keluarkan 1gr putaw & insulin yg saya bawa, saya campur smuanya ke dlm insulin & siap menyuntikkannya ke lengan saya.

Saat hendak menyuntikkan insulin itu saya menantang Tuhan. Saya ktakan saat itu, hei Yesus buktikan bhw Kau mmg ada bukan skedar crita!

Kemudian saya tusukkan insulin itu, aneh jarumnya ga tembus, saya paksa sampai jarumnya bengkok, ttp tdk tembus! Saya bingung dan panik, tiba2 seluruh kamar itu terang benderang, terang sekali spt ada ratusan lampu disana.

Blm habis rasa kaget saya tiba2 ada sesosok manusia di depan saya, Dia tinggi dan besar. Tubuh & pakaianNya yg panjang semua bersinar2 putih, rambutNya jg putih, tp saya tak dpt melihat wajahNya krn sgt silau seperti matahari!

Saya sgt ketakutan saat itu, saya pikir itu pasti hantu. Saya blm pernah melihat hantu sbelumnya. Saya tiarap dg ketakutan & melemparkan apapun yg bisa saya lempar. Sambil berteriak saya bertanya, kau siapa??? Tp saya ga berani memandang ke arahNya. Tiba2 ada suara yg spt bergema, spt suara ombak, maaf saya tak dpt lukiskan. Suara itu berkata, Akulah Yesus yg kau hujat dari sjk kau kanak2. Ikutlah Aku agar kau tdk binasa. Aku sll memperhatikanmu!

Saya ga ngerti apa maksud kata2 "Aku sll memperhatikanmu". Tp kmudian cahaya terang di kamar itu mulai berkurang dan sosok itu lenyap. Tinggallah saya saat itu msh tengkurap di lantai menangis sejadi2nya. Tiba2 kamar diketuk dr luar & penginjil td masuk menanyakan apa yg terjadi, mungkin mrk mendengar suara saya yg cukup keras menangis.

Saya ceritakan apa yg terjadi dg wajah yg pucat. Penginjil itu memeluk saya dan berkata, berbahagialah kau krn tlh melihat Dia krn bahkan saya sndiri sjk menjadi penginjil blm pernah melihat apa yg kamu lihat. Lalu saya ditumpangi tangan & didoakan.

Besoknya saya dibawa ke rumah Pendeta mrk & menceritakan apa yg saya alami. Sjk itu hidup saya berubah, saya mulai belajar puji2an, penyembahan dsb. Ya, si penghujat telah berubah menjadi penyembah, Haleluya! (saya menulis ini sambil menangis).

Akhirnya 11 november 2001 saya dibaptis selam oleh bbrp Pendeta dr Gereja pusat stelah sebelumnya dimuridkan. Beberapa tahun ikut dg Pendeta ini, Pak JHL utk mengerti apa itu melayani. Byk sekali pengalaman2 yg saya alami saat ikut dg beliau yg smakin meneguhkan keimanan saya.

Seperti seorang ustad yg masuk Kristen krn anaknya yg meninggal dihidupkan Tuhan lagi setelah didoakan pak JHL. Seorang ibu yg janinnya dinyatakan tlh mati oleh dokter, tp Tuhan hidupkan stelah didoakan pak JHL. Dan juga saat ada org yg kerasukan setan, setan2 yg merasuki org tsb sudah ditengking2 oleh bbrp orang lain tp krn tdk mau keluar juga, pak JHL dipanggil. Masih dr kejauhan orang yg kerasukan itu melihat pak JHL, dia berteriak: hei JHL, ada apa kau kmari?! Apakah hendak mengusir kmi??? Kemudian setan2 itu keluar & org yg dirasuki td sadar kembali, bahkan sbelum diusir oleh pak JHL!

Benarlah apa kata Alkitab, "Doa orang benar besar kuasanya", bahkan sbelum didoakan!

Banyak lg pengalaman2 rohani yg saya alami bersama beliau yg semakin membuat saya mengerti & memperteguh iman saya lbh lagi didalam Tuhan Yesus.

Begitulah sedikit kesaksian saya, sengaja saya persingkat agar saudara tdk bosan membacanya.

Harapan saya, mari tetaplah bertekun dg imanmu saat ini, ingatlah, Tuhan memperhatikanmu. Ya, Dia memperhatikanmu spt yg Dia katakan pd saya, Dia jg memperhatikanmu.

Dia tdk hanya skedar cerita, Dia nyata dan ada!

Apapun masalahmu saat ini bawa dlm doa, Tuhan Yesus akan beri solusi yg terbaik. Tak ada yg tak mungkin, krn Dia Tuhan yg perkasa. Dia bkn Tuhan yg hny minta disembah & tinggal disuatu tempat. Tapi Dia Tuhan yg ada dimana saja bahkan Dia pernah turun langsung ke bumi utk menunjukkan cintaNya pd kita, Tuhan siapakah yg spt itu?!

Ya, hanya Tuhan kita, TUHAN YESUS!

Amin,

Jumat, 13 September 2013

TERTAWALAH.

Saudaraku, ada sebuah kisah nyata, seseorang yang di vonis dokter mengidap penyakit kanker.

Dokter menyatakan bahwa umurnya hanya mampu bertahan 2 tahun saja.

Sebelumnya ia sempat mengalami stres menghadapi penyakitnya. Namun akhirnya ia memutuskan untuk tidak memikirkan penyakitnya dan mencoba berfikir positif.

Saudara tahu apa ia lakukan?

Hanya satu yaitu "tertawa." setiap hari ia hanya tertawa dan bergembira.  Dan ternyata apa yang selama ini takutkan tidak terjadi, ia tetap hidup dengan keadaan sehat sampai saat ini.

Saudaraku, jika saat ini saudara mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, berfikirlah positif, dan cobalah untuk tertawa lepas. Serta mengucap syukur, karena jika kita melakukannya, maka rasa sakit kita tertutupi. Dan kita akan menjalani hari-hari kita dengan sukacita.

Karena:
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
Amsal 17:22.

Katakan "Amin" saudaraku,

Rabu, 11 September 2013

Sejarah Hukum Taurat

Sejarah Hukum Taurat sebenarnya adalah hukum yang ditambahkan akibat pelanggaran manusia

* Daniel 9:11,
Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.

Itulah mengapa hukum Taurat sering dikaitkan dengan kutukan, tidak lain karena asal-muasal hukum ini sendiri akibat tulah yang diberikan Allah kepada manusia.

Namun Kristus datang untuk mendamaikan antara manusia dengan Allah, dalam surat Paulus kepada gereja di Roma, Italia, pasalnya yang ke-5, Paulus mengaitkan kasus kejatuhan Adam dan kasus kebangkitan Kristus sebagai warisan kepada umat dunia.

Seperti,

Oleh kecerobohan Adam, semua manusia telah jatuh ke dalam dosa

Oleh keselamatan Yesus, semua manusia dibenarkan oleh iman kepada-Nya

Demikian juga oleh hukum Taurat, dosa dan pelanggaran berkuasa atas bumi

Namun pengorbanan dan kasih Yesus menenggelamkan amarah (Taurat) itu, menggantikannya menjadi kasih karunia.

Lalu Tuhan Yesus menyempurnakan hukum yang amat berat untuk dipikul itu, bayangkan jumlahnya ada 613.

Hukum Taurat secara konteks Alkitab tidak berakhir namun mengalami penggenapan (penyempurnaan) untuk mempertemukan dan mempermudah manusia datang kepada Allah.

Hukum Taurat telah disempurnakan dalam Hukum Kasih, Kasih kepada Allah dan Kasih kepada manusia. Yang didasarkan bukan oleh amarah lagi namun oleh kasih karunia yang abadi. Amin.

Selasa, 10 September 2013

KEBETULAN

Seorang kenalan menceritakan pengalamannya mencari rumah kontrakan. Sudah berminggu-minggu mencari, ia belum juga mendapatkannya. Padahal kebutuhan itu mendesak dan sudah menjadi prioritas doanya. Suatu saat, seorang kawan meminta bantuannya mengantarkan barang ke sebuah alamat. Ketika mengantar barang ke alamat yang dituju, ia melihat tanda “DIKONTRAKKAN” pada rumah di sebelah rumah tersebut. Begitulah ceritanya ia mengontrak rumah yang dihuninya sekarang. Sebuah kebetulan?

Bahasa Inggris menyebut “kebetulan” sebagai “coincidence”. Kata ini berasal dari dua kata: “co” (kerja sama) dan “incidence” (kejadian). Jadi, kurang lebih berarti ada dua atau lebih kejadian yang “bekerja sama” demi mencapai sebuah tujuan. Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya “kebetulan”. Lida, Yope, dan Kaisarea letaknya berdekatan. Di masing-masing kota itu ada kejadian yang melibatkan Petrus. Kejadian-kejadian itu berurutan hingga sampai ke tujuan yang Tuhan rencanakan, yaitu pertemuan Petrus dengan Kornelius. Pertemuan itu adalah persiapan bagi pekabaran Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, oleh Paulus. Jadi, dalam pengaturan Tuhan, kejadian demi kejadian itu bekerja sama menggenapi rencana-Nya.


Tuhan adalah Perencana Agung. Setiap kejadian, baik atau buruk, ada dalam kendali-Nya. Semua bisa dipakai untuk melayani rencana-Nya yang mulia. Sebenarnya arti “kebetulan” bukan kejadian-kejadian yang tanpa sengaja bertemu, melainkan justru dengan sengaja dipertemukan agar “bekerja sama” demi melayani tujuan lebih besar yang Tuhan kehendaki. Demikian hendaknya kita memandang segala kejadian sehari-hari dengan iman.

APA YANG KITA KIRA SEBAGAI “KEBETULAN” TAK BERSENGAJA
ADALAH PENGATURAN TUHAN YANG BERSENGAJA

Sosok Seorang Ayah

Tuk’ smua ayah di dunia n special thank’s buat Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!

Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….

Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

Peace….

(Thomas Tjahja – milis Single Katolik)

Senin, 09 September 2013

Sandaran Masa Depan

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak? Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.

"KETIKA AKU BERTUMBUH"

Tuhan, ketika aku bertumbuh,
Apakah Engkau ingin
Agar aku menjadi cantik?!

Jawab Tuhan:
Tentu anak-Ku,
Aku ingin agar engkau
Menjadi sangat cantik.....

Matamu menyinarkan KERAMAH-TAMAHAN.

Wajahmu memancarkan KETULUSAN.

Bibirmu diwarnai dengan KEJUJURAN.

Rambutmu berhiaskan KERENDAHAN HATI.

Pakaianmu adalah KEBAHAGIAAN.

Tuhan, ketika aku bertumbuh,
Apakah Engkau ingin
Aku menjadi pintar?!

Jawab Tuhan:
Tentu, Aku ingin engkau
Menjadi sangat pintar.

Pintar untuk melakukan hal-hal yang BAIK dan BERHARGA dalam hidupmu.

Pintar untuk mengatur waktu dalam hidupmu.

Tuhan, ketika aku bertumbuh,
Apakah Engkau ingin
Agar aku menjadi kaya?!

Jawab Tuhan:
Tentu, Aku ingin engkau
Menjadi kaya,

Kaya dalam KEBAIKAN.

Kaya dalam KEMURAH HATI.

Kaya dalam KASIH SAYANG.

Tuhan, ketika aku bertumbuh
Apakah Engkau selalu bersamaku?!

Jawab Tuhan:
Tentu anak-Ku,
Aku tidak akan meninggalkan
Atau mengabaikanmu.

Mengapa Tuhan?!

Jawab Tuhan:
"Karena engkau BERHARGA DI MATA-Ku"

Dan, tahukah engkau;
'Aku sangat MENGASIHIMU'

* Ibrani 13:5b,
Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.

Bersukacitalah

Ada seorang dokter muda yang sangat baik dan hebat, secara tiba tiba mengalami kelumpuhan.

Dokter muda itu tidak dapat mengabdikan diri lagi untuk melayani masyarakat. Kemudian ada seorang anak kecil yang bertanya padanya: Dokter, mengapa anda harus sakit?

“Mengapa saya? Saat aku lulus sekolah dengan nilai tertinggi, aku tidak pernah bertanya kepada Tuhan: Mengapa saya?”

“1000 teman SD-ku, hanya 700 yang melanjutkan ke SMP”

“dari 700, hanya 500 yang melanjutkan SMA”

“500 teman teman SMA, hanya 200 yang melanjutkan ke bangku kuliah”

“dari 200, hanya 10 yang mengambil kedokteran”

“hanya 3 dari 10 orang berhasil menjadi dokter muda”

“saat saya bekerja menjadi seorang dokter, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan: Mengapa saya?”

“dan saat aku mengalami kesakitan dan bahkan lumpuh seperti yang kau lihat, tidak sepantasnya saya bertanya: Mengapa saya?”

Hidup kadang banyak memberikan ketidakadilan kepada kita. Kita kerap berpikir bahwa kita hanya pantas menerima hal hal baik saja.

Kesuksesan, kekayaan, jabatan tinggi, maupun kesehatan. Kita tidak mau menerima masa masa sulit, kekecewaan, maupun kegagalan. Dan kita akan berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil dan kita akan protes kepada-Nya.

Semua yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan sebuah ujian dari Tuhan. Ujian yang ada di depan mata bukan untuk dihindari tetapi untuk dikerjakan.

Ada tertulis:
★ Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! ★

Saat kita mengalami hal hal buruk, maka ingatlah berkat berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Sadarkah Kita?

Sadarkah kita bahwa:

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan. Kita lahir dengan dua telinga, satu di kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimana pun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai kita dengan cara dan sebanyak yang sudah kita berikan. Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka kita akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah…

"Bunga Cantik Dalam Pot Yang Retak"

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal di lantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.

Suatu petang di musim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.

“Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,” pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini.

Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh…! Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata,

“Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah Anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.”

Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.

“Aku rasa mungkin karena wajahku … Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi…”

Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku:

“Oh aku bisa kok tidur di kursi goyang di luar sini, di beranda samping ini. Toh bis ku esok pagi-pagi juga sudah berangkat.”

Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda. Aku masuk ke dalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.

“Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.” Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.

Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ke tubuhnya yang kecil ini. Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka di tulang punggung.

Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Tuhan untuk suatu berkat!

Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Tuhan yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.

Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya dikamar anak-anak.

Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata,

“Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal disini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan Anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak di kursi.”

Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, “Anak-anak Anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu.”

Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat. Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat.

Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar. Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami.

Selama bertahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih.

Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman-kiriman dia menjadi makin bernilai…

Ketika aku menerima kiriman oleh-oleh itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang.

“Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!”

Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Tuhan.

Baru-baru ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman” bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan [timum] yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas.

Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula. Dalam hati aku berkata, “Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam didalam bejana terindah yang kumiliki.”

Tapi temanku merubah cara pikirku.

“Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu,” ia coba terangkan, “dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya di taman.”

Ia pastilah terheran-heran sendiri melihat aku tertawa begitu gembira mendengar perkataannya. Sungguh kadang hal-hal kecil yang kita lakukan bisa mendatangkan kebahagiaan yang begitu menyejukkan jiwa.

Semoga kisah ini menjadi bahan pelajaran dan renungan bagi kita semua akan pentingnya jiwa kasih tanpa membeda-bedakan. Berwajah buruk belum tentu berhati buruk. Demikian juga sebaliknya. Berwajah bersih belum tentu menandakan hatinya bersih.

Tuhan Yesus Memberkati.

Mimpilah Yang Indah

Ada seorang anak bernama Argo yang mendapat tugas dari gurunya untuk menuliskan mimpi dan cita-citanya kelak jika dewasa. Karena ayah Argo seorang pelatih kuda miskin yang serba kekurangan, Argo menulis mimpinya kelak memiliki tempat pelatihan kuda 400 hektar yang lengkap dan rumah seluas 4000 meter persegi.

Waktu tugasnya diberikan ke gurunya, betapa kagetnya ia mendapat nilai F, disertai ada catatan dari gurunya, temui saya setelah jam pelajaran.

Argo habis dimarahin sama gurunya karena mimpinya dianggap tidak masuk akal dan dikasih waktu seminggu untuk merubahnya.

Di rumah, Argo bercerita kepada ayahnya dan ayahnya berkata, “Nak, mimpimu adalah masa depanmu, jadi terserah mau menggantinya atau tidak.”

Esok harinya Argo bertemu gurunya dan berkata, “Biarkan nilai F tetap menjadi milikku, tapi aku tak akan merubah mimpiku.”

Berpuluh tahun lewat, Argo kecil tumbuh dewasa dan berhasil menggapai mimpinya. Ketika Gurunya datang berkunjung, ia berkata, “Kamu hebat nak! Maafkan saya nak, saya ternyata seorang guru yang hanya bisa merenggut mimpi-mimpi anak sepertimu.”

Miskin bukan masalah kelahiran, tapi masalah pilihan. Beda antara orang yang berhasil dan yang sangat berhasil cuma terletak di mimpinya.

Orang yang tidak punya mimpi, mereka hidup untuk mencari uang. Tapi orang yang punya mimpi mereka hidup untuk BERANI mewujudkan mimpinya dan uang yag mengejarnya.

Have a Fantastic Life!

Tuhan Selalu Tepat Waktu

Waktu saya kuliah di London dulu, seorang dosen memberi tugas membaca novel Gabriel Garcia Marquez berjudul “A Hundred Years of Solitude” (Seratus Tahun Kesendirian). Novel ini adalah mahakarya sastra modern, tapi ketika saya membacanya, saya tidak mengerti mengapa plot yang suram (banyak kematian, perang, cinta tak sampai) dan tokoh-tokoh depresif bisa dianggap sebagai mahakarya. Saya membaca sambil minum cokelat panas di café dan waktu itu sedang musim semi. Pikiran saya penuh rencana untuk bersenang-senang. Benar-benar tidak pas membaca “Seratus Tahun Kesendirian” di hari secerah ini! Akhirnya kurang dari seperempat buku, saya menyerah. Saya pergi makan es krim dan jalan-jalan. Ini baru pas!

Saya tidak menyelesaikan membaca novel itu. Sampai lima tahun kemudian. Awal tahun lalu saya menemukan buku itu di tumpukan dan memutuskan untuk membacanya lagi. Ternyata ceritanya luar biasa menarik sehingga saya menyelesaikannya dalam waktu 1 hari. Bagaimana mungkin dulu saya tidak ingin membacanya sampai selesai, pikir saya heran. Buku yang sama, saya yang berbeda. Mau bagaimana pun berbuih-buihnya dosen saya dulu mempromosikan buku itu, saya tidak bergeming. Baru setelah 5 tahun belajar bahwa hidup bukan hanya terdiri dari musim semi, es krim, dan jalan-jalan, saya mengerti dan siap mengapresiasi mahakarya Marquez.

Sesuatu yang baik tidak banyak gunanya jika diberikan pada saat yang tidak tepat. Tuhan tahu persis hal itu. Apakah Anda sedang berdoa memohon sesuatu yang baik (kelancaran usaha, promosi, kenaikan gaji, dan lainnya) tapi Tuhan menyuruh Anda menunggu? Bersabarlah karena Tuhan tahu kapan Anda siap untuk menerima pemberianNya yang terbaik.

Tuhan memberi sesuatu yang tepat pada saat yang tepat. Bersabarlah. Amin.

Kesaksian Vania Chu yang Dendam Kesumat kepada Ayah Kandungnya

Gadis belia ini bernama Vania Chu. Di balik kesuksesannya sebagai fashion designer muda terkemuka di Indonesia, ia ternyata memiliki rahasia yang belum pernah sekalipun terungkap ke publik.

"Orang tua saya bercerai. Nah dari kecil tuh ayah saya juga udah jauh dari saya semenjak saya umur empat tahun. Saya dendam banget kalau ketemu dia tuh, rasanya pengen ngusir dia - ggelakuin hal-hal yang dia lakuin ke saya gitu kan. Aduh, buat apa sih saya punya seorang ayah seperti itu dan buat apa saya maafin seorang ayah kayak gitu. Orang ayah saya aja gak pernah berbuat baik ke saya, ngapain saya ngebalas dengan kebaikan lagi gitu kan," ujar Vania.

"Karena saya gak punya seorang ayah, saya tuh jadi semua dendam saya, semua rasa kesal tuh jadi sikap saya. Ngebrontak ke mamah lah atau mamah nasihatin apa, saya balas lagi gitu kan. Saya sering langgar peraturan, terus saya sering ejekin guru gitu kan. Pokoknya jadi anak bandel…" lanjutnya.

Berjalan waktu, Vania remaja akhirnya diajak sang mamah untuk mengikuti sebuah acara rohani. Disana, ia mengalami sebuah pengalaman yang mencengangkan dirinya.

"Vania disuruh mamah untuk ikut suatu acara. Awalnya Vania gak mau, tapi mamah bilang Vania suruh didoain aja. Terus Vania didoain, "Tuhan mau memberikan suatu berkat yang besar, namun berkat itu terhalang oleh suatu dosa Vania. Dari sana ya Vania pikir "Oh ya, ternyata Vania selama ini sudah menyimpan dendam yang banyak banget ke papa Vania dan itu tuh Vania dosa banget,"

"Awalnya tuh gak gampang banget, susah. Susah banget untuk maafkan ayah Vania. Saya cuma doa ke Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus selalu kasih jawaban kayak, "kamu juga harus ingat bahwa ayah kamu itu yang buat kamu kayak gini juga. Kalau misalnya ayah kamu ngga jadi ayah seperti demikian, kamu gak bakalan jadi anak mandiri. Kamu gak bakal menemukan Tuhan Yesus yang sebenarnya. Nah dari sana, Vania udah mulai memaafkan dan dari sana Vania juga sikapnya mulai berubah sikapnya, terus saya juga harus memberikan suatu kebanggaanlah sama mama saya."

Pasca mendapatkan lawatan Tuhan dan memutuskan untuk melepaskan pengampunan kepada ayah tercinta, mukjizat pun terjadi ke dalam kehidupan Vania. 

"Setelah Vania mengampuni ayah Vania, Vania ternyata mendapatkan tawaran yaitu di bidang fashion design. Ternyata rencana Tuhan itu memang selalu ada jawabannya gitu, selalu terindah bagi saya."

Kini Vania hidup sebagai gadis muda yang optimis dan berprestasi. Perjalanannya bersama Tuhan Yesus benar-benar membalikkan keadaan kehidupannya.

"Tuhan Yesus ya pastinya yang ngebuat saya berubah 180 derajat dan Dia juga ngasih saya tuh rencana yang besar banget. Padahal kalau saya pikir kan, "saya kasih apa ke Tuhan Yesus kan?" tapi Tuhan Yesus ngasih hal-hal yang besar banget buat saya dan saya pikir Dia tuh Pahlawan saya banget lah pokoknya. Kalau misalkan gak ada Dia, saya udah ancur pasti hidupnya,"

Meski telah mengecap keberhasilan, Vania tetap mau berbagi kasih dan menebar pesan pengharapan kepada orang-orang muda di Indonesia yang memiliki pengalaman hidup sepertinya.

"Bagi teman-teman yang memiliki nasib mungkin seperti Vania, ayo jangan nyerah. Ayo, kita cari Tuhan. Apa yang kamu alami sekarang itu gak usah jadi suatu hal mengecewakan kamu. Nah bagi kalian juga yang mungkin merasa gak punya talenta, ayo kita cari sana. Kalian harus yakin percaya bahwa Tuhan memberikan masing-masing talenta yang spesial, setelah itu kembangkanlah talenta yang kita punya," pungkas Vania.

Tuhan Yesus baik adanya bagi setiap kita dan Dia tidak pernah berubah !

Sumber Kesaksian :

Vania Chu

Kisah Seribu Kelereng

Semakin tua, aku semakin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi bagiku yang pertama bangun di pagi hari, atau mungkin juga karena perasaan gembira sebab tidak perlu masuk kerja hari ini. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan bagiku.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku untuk bangun dan ke dapur untuk membuat secangkir kopi hangat. Apa yang bermula dari suatu hal biasa yang kulakukan di Sabtu pagi hari itu, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidupku. Beginilah kisahnya.

Aku putar channel radioku untuk mendengarkan suatu acara berita pagi, sambil menikmati kopi. Dan terlintas dalam sebuah bincang-bincang pagi, terdengar suara seseorang yang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara dengan seseorang mengenai teori “seribu kelereng” miliknya.

Aku tertarik dan ingin mendengarkan lebih lanjut. “Tom, sepertinya kamu memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup baik, tapi sangat sayang sekali kamu harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit dipercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan kamu tak sempat menonton pertunjukan tarian putrimu.”

Ia melanjutkan, “Tom, biar kuceritakan sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang harus aku lakukan dalam hidupku.” Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng”nya.

“Suatu hari aku sedang duduk dan tiba-tiba terlintas sebuah perhitungan perkalian. Umumnya umur orang rata-rata adalah 75 tahun. Aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900, yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan Tom, aku mau mengatakan hal yang lebih penting lagi. Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun, hal ini baru terpikir olehku,” sambungnya. “Dan pada saat itu aku sudah melewatkan 2800-an hari Sabtu. Andai kata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka hanya tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati.”

“Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli semua kelereng yang ada. Aku sampai mengunjungi tiga toko, baru mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang dan kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening yang kuletakkan di meja kerjaku. Sejak hari itu setiap hari Sabtu, aku selalu mengambil sebutir kelereng dan membuangnya. Aku menyadari, bahwa dengan mengamati kelereng-kelereng itu semakin berkurang, aku semakin memfokuskan diriku pada hal-hal yang penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini semakin berkurang, untuk membantumu membenahi dan meluruskan segala prioritas yang ada hidupmu.”

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum aku mengakhiri pembicaraan ini dan mengajak istriku tersayang untuk menikmati sarapan pagi. Pagi hari ini, aku telah mengambil kelereng terakhirku. Aku berpikir, kalau aku masih hidup hingga Sabtu yang akan datang, maka Tuhan telah memberi aku sedikit waktu tambahan untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi. Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kamu bisa melewatkan lebih banyak waktu bersama keluarga dan orang-orang yang kamu kasihi, dan aku berharap bisa berbincang-bincang lagi denganmu. Selamat pagi!”

Saat dia berhenti, suasana begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarum pun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itu pun membisu. Mungkin ia mau memberi kesempatan kepada para pendengarnya, untuk memikirkan segalanya.

Sebenarnya aku sudah merencanakan mau pergi kerja hari itu, tetapi aku ganti acaranya, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan. “Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak sarapan di luar.” “Lho, ada apa ini?” tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada yang spesial,” jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak. Oh ya, nanti kita mampir juga di toko mainan ya, aku mau beli kelereng.”

Waktu akan berlalu dengan cepat. Berapa banyakkah kelereng yang tersisa bagi anda saat ini??? Gunakanlah waktumu secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik lagi bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.

Yesus Kristus adalah Allah

Kontroversi Ketuhanan Yesus nampaknya semakin berulah saja. Apalagi saat kehadiran seseorang yang mengaku diri sebagai nabi di abad 6 yang tanpa angin dan tanpa aroma sedikit pun (tidak ada nubuat di kitab terdahulu) tiba-tiba nongol dan tiba-tiba pula menyerang Keillahian Yesus Kristus dan sebuah kasus di tahun 2000 silam.

Dalam upaya peluasan theologia oleh Sahabat HSH mengenai tema ini, sekiranya kami mencoba untuk menjernihkan tuduhan ini. Namun di sini kami memilih cara baru dan lebih simple, bukan seperti kemarin yang baru tamat setelah 7 episode.

Oke, langsung saja.
Pengenalan akan sosok Kristus memang di mulai 2000 tahun silam. Namun tahukah Anda, bahwa implikasi dari drama penyaliban ini adalah Tuhan menjadi Manusia, bukan Manusia menjadi Tuhan.

Lihat nubuat/ramalan di bawah ini:

* Yesaya 43:10,
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.

Catatan:
Kitab Yesaya ditulis 600 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus.

Perhatikan frasa "Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."

Kita sama-sama tahu bahwa Allah sama sekali tidak dibentuk, namun melalui ayat ini sebenarnya Ia ingin menyatakan bahwa Ia sendiri akan membentuk diri-Nya menjadi manusia.

Hal ini, seperti yang Ia katakan, belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi.

Satu hal yang perlu Anda tahu, kitab Yesaya kebanyakan memuat seputar sosok Yesus Kristus yang tidak lain adalah Allah sendiri.

Seperti dikandung dan terlahirkan-Nya ( 7:14; 9:5)

Gelar Raja Damai (11)

Mujizat dari-Nya (35:5-6)

Kedatangan Tuhan yang di sambut oleh nabi Yohanes (40:3)

"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita"

Bandingkan dengan pengakuan nabi Yohanes yang ditulis oleh rasul Yohanes,

* Yohanes 1:23,
Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.

Lihat penggenapan nubuat tersebut terbukti adanya.

Dan yang paling terlihat sinkronisasi antara Allah dan Kristus adalah ayat di bawah ini:

* Yesaya 43:24b-25,
24b Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi aku dengan kesalahanmu.
25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri.

Frasa pada ayat 24 amat sinkron dengan kasus penyaliban 2000 tahun lalu itu, bahwa 2000 tahun yang lalu ada seorang manusia yang disalib demi menghapus dosa manusia, Ia bersedia diberati dan disusahkan akan sesuatu yang bukan kesalahan-Nya.


Kemudian, sesudah dari itu Tuhan ingin memanggil umat-Nya untuk pulang kembali ke rumah-Nya,

44:22,
Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau.

Dan kemudian pada pasal 53, Yesaya memperjelas karya keselamatan berdarah itu,

53:4,
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipikul dan ditindas Allah.

Sekaligus di sinilah akhirnya Tuhan menyatakan bahwa keselamatan-Nya adalah untuk semua bangsa (56).

Kronologisnya persis sekali dengan biografi Yesus Kristus.

Sebab tidak lain segala pembicaraan oleh nabi Yesaya sebagian besar ditujukan untuk Yesus Kristus yang notabene adalah Allah itu sendiri dan yang paling sinkron menurut saya ada di pasal 43 tersebut.

Nb:
1. Nubuat itu sifatnya misteri, dan tidak tersingkapkan secara jelas. Misal, Allah tidak berbicara secara terang-terangan akan nubuat-nubuat di atas.

2. Untuk bahasan Allah Tritunggal 7 Episode, silahkan kunjungi blogger kami yang tertera di info fanspage.

3. Untuk pertanyaan, silahkan balas thread ini atau kirim di dinding kami.

4.
Instagram: @sahabathsh
Twitter: @sahabathsh

Tuhan Yesus Memberkati.

#kme @kevintapangan

Jumat, 06 September 2013

KESAKSIAN - Kecanduan Seks

"Saya begitu kecanduan dengan yang namanya seks bahkan saya berniat menikahi seorang PSK," aku Ardian membuka kisah hidupnya.

Ardian Musidi, seorang pria sederhana yang baru mengenal realita kehidupan sejak bekerja di sebuah hotel. Awalnya Ardian adalah seorang yang pendiam dan pemalu. Namun semenjak bekerja di hotel, ia mulai mengenal perempuan bahkan menjadi sangat agresif. Ardian bisa mengajak seorang wanita yang disukainya untuk berhubungan seks. Awalnya ia hanya penasaran akan rasanya berhubungan seks.
Tapi kemudian, tanpa alasan yang jelas, Ardian ditinggalkan begitu saja oleh wanita pujaannya. Hal itu sempat membuat Ardian terpukul bahkan berniat untuk melakukan tindakan nekat, yaitu bunuh diri. Tangannya pun menjadi korban sayatan silet untuk melampiaskan kekecewaan dan keputusasaan akibat kehilangan orang yang dicintainya. Tak mau larut dalam kesedihan, Ardian merubah pola pikirnya bahwa wanita di dunia ini begitu banyak dan ia bisa berhubungan dengan yang lain.

Akhirnya Ardian memutuskan untuk bekerja di hotel lain yang justru membawanya ke dalam dunia yang begitu kelam. Di tempat bekerjanya yang baru, tidak ada larangan untuk memasukkan wanita nakal ke dalam hotel, justru hotel ini menyediakan wanita bagi para tamunya yang berminat. Sebagai resepsionis, Ardian pun sering menerima permintaan dari para tamunya untuk menyediakan jasa perempuan nakal bagi para tamunya. Dari sanalah Ardian mendapatkan tips baik dari tamu yang memesan maupun dari wanita pelacur yang dipanggilnya.

Berawal dari penyedia wanita panggilan, Ardian mencoba menjalin hubungan dengan salah seorang pekerja seks komersial tersebut. Pada saat itu Ardian memang sudah kecanduan seks. Jika dalam sehari ia tidak melakukan hubungan seks, ada sesuatu yang kurang dirasakannya. Kepala pusing, terus memikirkan untuk melakuan hubungan seks, sangat tidak enak baginya saat itu.
Hubungan Ardian dengan wanita panggilan ini sudah begitu jauh. Bahkan jika pacarnya dibooking oleh tamu, Ardian akan ikut dan menunggu di depan kamar sampai pacarnya selesai bertugas. Ardian sendiri melakukan hubungan seks dengan wanita panggilan ini setiap hari, tanpa henti. Kecanduannya akan seks ini bahkan mengganggu pekerjaannya karena ia ketagihan untuk bertemu dan berhubungan seks dengan wanita ini.

"Lambat laun, perasaan timbul di hati saya. Saya hanya berpikir, masa sih saya tidak bisa mengajaknya untuk menikah? Saya tidak perduli orang lain akan menganggap dia wanita seperti apa, yang penting saya mencintainya," ujar Ardian.

Keseriusan ini ditunjukkan Ardian dengan mengatakan langsung kepada orangtuanya akan keinginannya untuk menikahi wanita pelacur ini. Tentu saja kedua orangtuanya menentang habis-habisan niat Ardian tersebut. Tapi Ardian memilih untuk meninggalkan rumah demi wanita tersebut. Pekerjaannya pun ia tinggalkan. Namun tanpa Ardian duga, cintanya bertepuk sebelah tangan.

"Saya benar-benar tidak menduga bahwa pacar saya akan berubah. Awalnya saya pikir ia memang ingin bertemu dengan saya untuk menanyakan hasil interview yang baru saja saya jalani. Tapi yang saya terima hanyalah makian, omongan kasar bahkan lemparan batu dari dia," kisah Ardian dengan pedih.

Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang pun ditendang. Mungkin ungkapan inilah yang ingin disampaikan oleh wanita panggilan tersebut pada Ardian. Ketika Ardian mengikuti mobil yang dinaiki wanita ini, ia melihat wanita tersebut telah menunggunya di pinggir jalan. Dan ketika Ardian mendekatinya, tiba-tiba saja wanita tersebut mengeluarkan golok dari dalam tasnya dan mengacungkannya ke arah Ardian.

"Saya benar-benar dibutakan oleh cinta. Tuhan benar-benar sadarkan saya saat itu, karena saya tidak punya pekerjaan dan uang pun sudah habis. Tapi saya minta kepada Tuhan, saya sudah lepas dengan wanita ini. Saya hanya ingin pulang, karena untuk pulang pun saya sudah tidak berani. Apakah papi saya masih mau menerima saya kembali?" ujar Ardian.

Ardian pun memberanikan diri untuk pulang. Hal yang sungguh tidak disangka olehnya adalah ayahnya menyambut dirinya dan langsung memeluknya. Ardian pun tak dapat menahan air matanya saat itu. Ardian benar-benar menyesali perbuatannya selama ini dan ia mengakui semuanya kepada ayahnya.
Setelah memutuskan hubungan dengan seorang wanita panggilan tersebut, akhirnya Ardian mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya itu, oleh seorang teman, Ardian dikenalkan kepada Yulia yang masih duduk di bangku SMA kala itu. Ardian mulai main ke rumah Yulia, bahkan menginap selama berbulan-bulan di sana. Tidur berdua pun tidak menjadi larangan bagi orangtua Yulia.

Ardian kembali diuji. Kesempatan untuk melakukan hubungan seks kembali terbuka lebar. Malam pertama memang tidak terjadi apa-apa. Tapi terus-terusan tidur berdua membuat Ardian terus merayu Yulia agar mau diajak berhubungan seks. Berawal dari tangannya yang gerayangan, hubungan seks itu pun akhirnya tak terhindarkan lagi.
Yulia sempat menangis kenapa hal itu harus terjadi. Karena ibunya sudah berpesan berulangkali agar jangan sampai hamil di luar nikah. Yulia benar-benar merasa kotor di hadapan Tuhan. Ardian sendiri sama sekali tidak pusing dengan dosa. Baginya dosa itu urusan belakangan, yang penting enak dulu. Perbuatan itu pun akhirnya menjadi berkelanjutan. Setiap pagi ataupun siang kalau di rumah Yulia tidak ada orang, mereka pun selalu melakukan hubungan seks. Yulia pun tak dapat menolak ajakan Ardian karena Ardian selalu berjanji untuk menikahinya. Bagi Yulia, nasi sudah menjadi bubur. Menolak ajakan itu pun sudah percuma.  Bagaimanapun juga Ardian sudah berjanji untuk bertanggungjawab.

Akhirnya pernikahan itu pun berlangsung. Namun tanpa mereka sadari, sebuah janin berusia dua bulan telah ada dalam kandungan Yulia. Ketika mengetahui kenyataan ini, Ardian dan Yulia benar-benar minta ampun kepada Tuhan. Merasa benar-benar ingin dipulihkan, Ardian memutuskan untuk mengikuti acara khusus kaum pria yang akan mengubahkan kehidupan Ardian dan Yulia.

"Saya merasa hidup saya berjalan begini saja. Saya benar-benar berpikir, Tuhan apakah ini karena dosa-dosa yang pernah saya lakukan? Apapun yang saya lakukan, terjerumus lagi terjerumus lagi. Pekerjaan tidak menentu, tidak ada yang berhasil. Waktu saya ikut camp, saya merasakan Tuhan melalui Firman yang disampaikan oleh hamba Tuhan. Tentang dosa seks, perzinahan, saya benar-benar merasa seperti sampah saat itu. Saya benar-benar menyesal kenapa hidup saya bisa seperti ini. Saya ingin menghilangkan semua dosa-dosa seks itu. Saya merasa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya sekotor apapun saya. Tuhan mau menerima saya apa adanya. Papi saya saja yang bapa di dunia mau menerima saya kembali, apalagi Bapa yang di surga," ujar Ardian mengenai awal perkenalannya dengan Tuhan.

Semenjak ikut camp, Ardian memiliki komitmen untuk menghilangkan semua dosa-dosa seks yang pernah dilakukannya. Melalui pemulihan hidup Ardian, kini Ardian dan keluarganya diberkahi sebuah bisnis kuliner yang mereka kelola sendiri. Tidak hanya itu, hubungan Ardian dengan Yulia istrinya, semakin harmonis.

"Semenjak dia mengenal saya, semenjak ia memperistrikan saya, saya yakin dan percaya suami saya pasti setia," ujar Yulia dengan yakin.

"Saya bersyukur sekali karena Tuhan Yesus sudah melepaskan saya dari dosa kecanduan seks yang pernah saya lakukan. Saya tidak mau lagi mencari perempuan-perempuan lain selain istri saya sendiri. Saya akan bersama dengan dia, selamanya sampai Tuhan memanggil saya," ujar Ardian menutup kesaksiannya.

Kisah ini ditayangkan 5 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel.

Sumber Kesaksian:
Adrian