Minggu, 30 Juni 2013

7 Daun Teh

Pada jaman permulaan Kristen, seorang dokter dipenjarakan secara tidak adil oleh Kaisar. Setelah beberapa minggu, keluarganya diijinkan menengoknya. Mereka begitu sedih melihat pakaiannya compang-camping, makanannya tiap hari hanya sepotong roti dan secangkir air. Namun isteri dokter ini heran dan bertanya, “Bagaimana mungkin kamu kelihatan begitu sehat? Kamu tampak seperti seseorang yang baru datang dari suatu pesta pernikahan.”

Dokter itu tersenyum. Ia mengatakan, ia menemukan sejenis teh yang mujarab untuk melawan penderitaan.dan kesedihan. Teh itu terdiri dari 7 macam daun-daunan sebagai berikut:

DAUN PERTAMA sebut saja “Kepuasan”. Puaslah dengan apa yang kau punyai. Aku memang kedinginan dalam pakaian rombengku kala mengunyah serpihan-serpihan roti keringku. Tetapi seharusnya kondisiku jauh lebih buruk seandainya Kaisar melemparkan aku dalam keadaan telanjang ke sebuah penjara di bawah tanah tanpa makanan sama sekali.

DAUN KEDUA sebut saja “Akal Sehat”. Gembira atau sedih, aku tetap di penjara, mengapa harus mengeluh?

DAUN KETIGA adalah “Kenangan akan dosa-dosa lama”. Hitunglah mereka dan atas perkiraan bahwa setiap dosa patut mendapat ganjaran penjara satu hari. Hitunglah berapa lama harus kita jalani dalam penjara. Apa yang aku alami tidak seberapa.

DAUN KEEMPAT ialah “Ingatan akan kesedihan yang ditanggung Kristus dengan gembira bagi kita”. Bila satu-satunya orang yang pernah dapat memilih nasibnya di bumi, memilih penderitaan, nilai luar biasa apa yang pasti dilihatNya di dalamnya? Karena itu, kita yakin penderitaan yang kita tanggung dengan tenang dan penuh gembira menebus dosa-dosa kita.

DAUN KELIMA ialah “Pengetahuan bahwa penderitaan yang diberikan kepada kita oleh Tuhan seperti dari seorang ayah, tidak untuk merugikan kita, tetapi untuk membersihkan dan menyucikan kita”. Penderitaan yang kita lalui mempunyai tujuan untuk memurnikan kita dan menyediakan kita masuk Surga.

DAUN KEENAM merupakan “Pengetahuan bahwa tak ada penderitaan yang dapat merugikan kehidupan seorang Kristen”. Bila kesenangan daging merupakan segalanya, maka sakit dan penjara mengakhiri tujuan hidup seseorang. Tetapi bila sumber kehidupan adalah kebenaran, maka penjara tidak dapat menghentikan aku dari mencintai, untuk percaya, dan selalu hidup tenang di mana aku berada.

DAUN KETUJUH merupakan “Harapan”. Roda kehidupan tidak selamanya meletakkan dokter di penjara, mungkin akan kembali ke istana dan bahkan duduk di singgasana.

Selasa, 25 Juni 2013

Tetap Cinta Yesus

Pada hari H pernikahan yang menjadi dambaan semua pasangan, sepasang calon mempelai sedang berada di dalam mobil pengantin yang segera menuju gedung gereja, tempat pemberkatan pernikahan akan diadakan. Semua keluarga dan sahabat dari kedua belah pihak mempelai sedang menantikan kedatangan mereka di Gereja.

Tiba-tiba di tengah perjalanan, bagaikan disambar halilintar mempelai pria berkata, "..ini adalah terakhir kalinya saya menginjakkan kaki di Gereja."

Dengan kata lain; sesudah pemberkatan pernikahan yang memang harus diselenggarakan di gereja, mempelai pria yang kelak akan menjadi kepala rumahtangga mengatakan bahwa ia "tidak akan" mengikut Kristus lagi. Ternyata, selama ini tujuan ia ke gereja hanyalah sebagai pendekatan kepada kekasihnya yang sangat mengasihi Tuhan Yesus.

Sang mempelai wanita mendadak berada di persimpangan jalan . . . apa yang hendak dilakukannya,.....

Ia diperhadapkan pada suatu pengambilan keputusan yang sangat sulit, justru di hari bahagianya, apakah pernikahan ini akan tetap diselenggarakan dengan konsekuensi suaminya yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga bukanlah seorang Kristen?

Apa yang diputuskan sang mempelai wanita bukanlah suatu keputusan yang populer. Tapi, saya percaya 'TIDAK BANYAK ORANG' yang berani mengambil keputusan ini dan mempertaruhkan masa depannya.

"IA MEMBATALKAN PERNIKAHANNYA."

Tidak peduli kepada kerabat yang menantinya di gereja, tidak peduli kepada banyaknya undangan resepsi pernikahan, tidak peduli kepada banyaknya biaya yang sudah dikeluarkan, tidak peduli kepada rasa malu yang akan mencoreng wajah keluargnya.

IA MEMILIH TIDAK JADI MENIKAH.

Sang wanita lebih memilih taat dan tetap berdiri di jalan Tuhan yang lurus, ia tidak mau menyangkal Tuhan Yesus, seperti Yosu yang mau berkata :"Tetapi aku dan seisi rumahku..kami akan beribadah kepada TUHAN!"Yosua 24:15.

Bagaimana bila hal ini terjadi dalam kehidupan Anda?

Keluarga

Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung, menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan. Setelah mendengar kabar tersebut, ia memilih untuk pulang dan tidak mengikuti kejuaraan dunia dan memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian di tahun 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia. Telegram itu isinya:

“Ayah, terima kasih karena telah menunggu kelahiran saya. Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya ayah menangkan beberapa tahun yang lalu. Anakmu tersayang, Frank…”

Dari kisah di atas kita bisa belajar bagaimana kehadiran keluarga berdampak sangat besar bagi anggota keluarga tersebut. Theodore Roosevelt, mantan Presiden AS berkata, “Aku lebih suka melewatkan waktu bersama dengan keluargaku daripada dengan petinggi-petinggi dunia mana pun.”

Sahabat…
Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yang kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka, keluarga yang kita cintai.

Pada akhirnya kita akan menemukan bahwa jabatan, prestasi, dan promosi tidaklah seberarti kebersamaan di antara keluarga.

Jadi relakah saudara menukar kehangatan dalam keluarga Anda dengan kesibukan dalam pekerjaan Anda yang mungkin sudah sangat berlebihan?

Jika Anda Marketer: Keluarga adalah nasabah utama Anda.

Jika Anda karyawan: Keluarga adalah bos Anda sesungguhnya.

Jika Anda investor: Investasi yang paling berharga adalah nilai-nilai yang Anda tanam dalam Keluarga Anda.

Pastikan ketika Anda di posisi puncak gunung kesuksesan, Anda mengibarkan bendera kemenangan dengan pelukan keluarga di sekitar Anda, dan bukan dalam keadaan mereka tertinggal di bawah sambil mereka menangis karena kehilangan Anda.

Kasih Yang Terlambat

Ijinkan saya share 1 kisah renungan yah…

Beberapa waktu lalu saya pergi menjenguk papa temanku di ICU. Papa dan mama beserta dengan adiknya mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari Pemangkat menuju Pontianak. Mama dan adiknya hanya luka ringan, tetapi ayahnya koma dan kakinya mengalami patah tulang yang cukup fatal hingga harus dibawa ke Kuching untuk tindakan operasi.

Saat kembali ke Pontianak, ayahnya tetap dalam kondisi koma dan sebenarnya dokter di Kuching dan di Pontianak pun telah mengatakan pada pihak keluarga bahwa satu-satunya alasan ayahnya masih hidup itu dikarenakan bantuan alat-alat medis. Dan dokter pun menyarankan opsi agar mereka bersedia menghentikan “bantuan” tersebut, karena di usia menjelang 60, dengan status koma lebih dari 2 bulan, sesungguhnya sangatlah kecil kemungkinan ayahnya akan siuman.

Pada akhirnya keluarga memang memutuskan utk menghentikan upaya pengobatan dan sang ayah pun meninggal, tapi sebelum itu terjadi, aku pergi menjenguk, dan di sana putra tertuanya <teman saya>, berada di sana pula, senang dengan kedatanganku dan berkata kepada ayahnya sambil mengelus-elus dada ayahnya: “Pa, pa, tahu gak siapa yang datang? Si Rita nich yang ….blablablabla………..”

Saat itu hati saya tidak bisa digambarkan. Putranya ini, yang bengal, yang selalu melawan ayahnya, yang sepanjang ingatan orang yang mengenal keluarga mereka akan tahu betapa kedua ayah dan anak ini sangat tidak akur, suka saling membentak dan bertengkar, sama-sama menjadi duri dalam daging bagi satu dan lainnya; hari itu tangannya mengelus dada ayahnya, berkata penuh lembut dan bercerita tentang siapa tamu yang datang menjenguk. Pertama kalinya saya melihat “akhirnya” ada pertunjukan kasih, berharap sang ayah akan mendengar dan merespon, tetapi ayahnya tetap membisu selamanya.

Dan saya mendapat renungan ini bagi diriku sendiri: Mengapa harus menunggu sampai orang yang kita kasihi berada dalam kondisi “terkapar” baru kita bersedia menunjukkan kasih kita? Mengapa bukan di saat segalanya masih memungkinkan, kita berdamai dengan diri kita dan membuka hati untuk orang yang kita kasihi?

Kita sama-sama tahu kalau musibah dan kematian adalah sesuatu yang datangnya tidak pakai permisi, tanpa pemberitahuan, tanpa negosiasi dan tidak pandang bulu. Jadi jika memang dalam dasar hati ini tersimpan kasih untuk orang yang selama ini menjadi duri dalam daging kita, janganlah berlama-lama membiarkan hati ini tetap sekeras batu, kukuh menolak menunjukkan perhatian dan cinta ini.

Mumpung masih sehat, masih bisa mendengar suara kita, masih bisa melihat senyuman dan raut kasih di wajah kita, masih bisa merasakan sentuhan dan pelukan kita, begitu juga sebaliknya kita pun bisa mendapatkan itu dari mereka, itu akan menjadi moment indah yang takkan disesali andai saatnya tiba untuk berpisah selamanya. Semoga kisah ini bisa memberikan berkat pengampunan dan pendamaian bagi hubungan yang kaku dan penuh kebencian. Tuhan Yesus memberkati :)

[ http://www.facebook.com/linx.rita ]

Senin, 24 Juni 2013

Bunga Mawar Dan Pohon Cemara

Konon di tengah hutan, bunga mawar menertawakan pohon cemara seraya berkata, “Meskipun Anda tumbuh begitu tegap, tetapi Anda tidak memiliki keharuman sehingga tidak dapat menarik kumbang dan lebah untuk mendekat.”

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar di mana-mana menyiarkan dan menceritakan tampak buruk pohon cemara, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin datang dan turun salju yang lebat, bunga mawar yang sombong sangat sulit.mempertahankan kehidupannya. Demikian pula dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa bumi.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan pohon cemara. Salju berkata, “Setiap tahun saya datang ke bumi ini, selalu melihat kemakmuran dan keramaian di bumi berubah wajah. Hanya gersang dan sunyi senyap yang menyelimuti bumi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian saya dan berdiri tegak hingga dapat menahan segala macam tekanan alam. Begitu pula alam kehidupan dan manusia selalu mengalami perubahan.”

Demikianlah pembicaraan menarik antara pohon cemara dan salju yang terjadi di tengah malam pada musim dingin.

Sedih dan gembira selalu datang silih berganti, hanya dengan keteguhan jiwa dan pikiran, kebahagiaan itu dapat diraihnya.

Caci maki dan fitnah tidak dapat menjatuhkan orang yang kuat.

Di dalam ungkapan Timur sering terdapat kata-kata “Menengadah ke langit dan membuang ludah” dan “Menabur debu dengan angin yang berlawanan”.

Ini semua mengisahkan kebodohan-kebodohan yang dilakukan seseorang dan pada akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Menghadapi fitnahan dan celaan, hendaknya seseorang berlapang dada bagaikan langit besar yang tak bertepi. Cuaca terang dan berawan selalu silih berganti. Belajar bagaikan cermin yang jernih dapat melihat keadaan sebenarnya.

Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakan sejenak, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, menerima, dan menahan diri dengan tenang dan sabar.

Kita harus belajar dari sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan, maupun pikiran, dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat dan damai.

Pohon Cemara atau Pohon Natal adalah simbol kekekalan kasih Allah. Sama seperti pohon cemara yang tidak berubah (gugur, laju dll) walau badai dan musim silih berganti demikian pula kasih Allah yang tetap sama dari dahulu sampai sekarang. Amin.

Cinta Seorang Ibu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.

Ada pun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitu pun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan tolong Kau sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.”
Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman pancung.

Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan. “Tuhan, ampunilah Anak Hamba. Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya.” Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng, tapi suara dentangnya tidak ada.

Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah. Darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si Anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapa pun jahatnya si Anak. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing-masing selagi kita masih mampu, karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini. Amin.

Ketika Kita Harus Memilih

Seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berumah tangga.

“Mari kita buat satu permainan. Mohon satu orang bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju papan tulis.

Dosen: Silahkan tulis 10 nama yang paling dekat dengan Anda pada papan tulis.

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, istrinya, anaknya, dan lain-lain.

Dosen: Sekarang silahkan coret 2 nama yang menurut Anda tidak penting.

Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: Silahkan coret 2 lagi!

Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya sampai tersisa 3 nama, yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening… Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus dipilih. Tiba-tiba dosen berkata,

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yang amat sulit, lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itu pun menangis.

Setelah suasana tenang sang dosen bertanya kepada Mahasiswa itu, “Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak Anda adalah darah daging Anda, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa Anda berbalik memilih istri Anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?”

Semua orang di dalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari mahasiswa tersebut.

Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya.”

Sudahkah Anda menghargai dan menyayangi istri Anda? Camkanlah, bahwa istri yang baik tidak akan meninggalkan Anda dalam keadaan apapun juga.

Minggu, 23 Juni 2013

A-L-K-I-T-A-B

A-L-K-I-T-A-B
Ya, itulah Kitab bagi saya;

Saya menerima solusi dan kekuatan baru di dalamnya:
A-L-K-I-T-A-B
Ya, itulah namanya.

Alkitab adalah kompas, menunjuk Anda ke arah yang benar.

Alkitab adalah Cahaya dan Lampu untuk kaki kita, membimbing tiap langkah-langkah kita.

Alkitab adalah Kitab Janji, bagi mereka yang percaya kepadanya akan menjadi kenyataan. Tidak ada buku lain yang memiliki nubuat dengan tingkat keberhasilan 100% selain dari pada A-L-K-I-T-A-B.

Alkitab adalah seperti air yang mencuci kotoran dan dosa kami, membuat hidup kita bagai kapal bersih untuk digunakan Tuhan.

Alkitab adalah cahaya yang bersinar, dan seperti mercusuar, ia menuntun kita ke pelabuhan yang aman dari kehendak-Nya.

Alkitab adalah Susu, ketika kita bayi yang baru lahir di dalam Kristus, itu memelihara kita untuk tumbuh.

Alkitab adalah Daging, ketika kita mulai matang sebagai seorang Kristen, ia pernah hadir untuk memberi makan kita "protein" sebab kita harus menjadi kuat di dalam Tuhan.

Alkitab adalah peta jalan, yang meninggalkan setiap orang dari semua tujuan ke rumah surgawi.

Alkitab adalah seperti hujan perairan bumi, dan tumbuh gandum, yang membuat roti untuk memberi makan kita: itu dikirim dari Allah untuk mencapai kehendak yang diinginkan-Nya.

Alkitab adalah pendorong, yang mendorong kami dengan lembut ke depan untuk berbuat baik dan tinggal jauh dari bahaya.

Alkitab adalah landasan, meskipun banyak yang tidak percaya padanya selama berabad-abad, namun ia tetap menjadi landasan, memberi solusi bagi setiap orang!

Alkitab adalah pusat kehidupan dan iman.

Alkitab adalah senjata, memperlengkapi orang percaya dalam peperangan rohani melawan kejahatan.

Apa Anda Percaya?
SUKAI, BAGIKAN dan KATAKAN "AMIN"!!!

Tuhan Yesus Memberkati.

PENGAMPUNAN

Seorang pria menikahi wanita yang cantik & baik hatinya, namun sayang dia tak pernah menghargai istrinya.

Satu malam dia mencuri uang isterinya, lalu kabur meninggalkan istrinya. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya.

Bulan berlalu, Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, ia mulai kekurangan uang. Lalu dia pun mulai terlibat dalam tindakan kriminal. Ia menjadi buronan yang pada akhirnya tertangkap & dijebloskan ke dalam penjara.

Pengadilan menghukum dia 3 tahun lamanya. Menjelang akhir masa hukumannya, dia mulai teringat istrinya dan menulis surat,

"Sayang, kau tidak perlu menunggu aku. Jika kau bersedia memaafkan aku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota White Oak."

Pada hari ia bebas, dia naik bus menuju Miami, melewati kampung halamannya.

Seisi bus lalu mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus, "Tolong saat lewat White Oak, jalan pelan-pelan, kita harus lihat apa yang akan terjadi."

Hatinya berdebar saat bus mendekati pusat kota White Oak,

Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu, dia menangis.

Dia tidak melihat sehelai pita kuning,

Melainkan yang ia lihat ratusan helai pita-pita kuning bergantungan di pohon beringin itu. Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning!!!

Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.

Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu,

"Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree"

Ketika album ini dirilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Pesan moral
Jika kau Ingin melihat orang-orang besar,
Lihatlah mereka yang  dengan lapang dada memaafkan dan menerima kembali orang-orang yang telah melukainya.

ANUGERAH TERBESAR bukanlah;
~ KEKAYAAN
~ KEPANDAIAN
~ KECANTIKAN
~ KEKUATAN
~ KESEHATAN

Melainkan;

"PENGAMPUNAN YANG ALLAH BERIKAN" bagi mereka yang mau BERTOBAT! AMIN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.

MEMBANGUN MEZBAH TUHAN

Membangun Mezbah Tuhan artinya membangun hubungan intim dengan Tuhan (berdoa, baca alkitab dsb).

Ada 4 hal dalam membangun Mezbah Tuhan:

1. Ketaatan (TAAT),
Setiap perintah Tuhan harus kita taati dan kita jalankan dengan sepenuh hati, tanpa adanya perbantahan (menyangsikan perintah Allah/Firman Allah).

Contoh: Bapa Abraham yang rela mengorbankan anak tunggalnya atas perintah Allah (Kej 22:1-19)

2. Pemisahan (PISAH),
Adakan pemisahan antara kesucian dan kenajisan (dosa), pilih kesucian dan jauhkan kenajisan (dosa). Jauhkan cara hidup yang duniawi yang tidak sesuai dengan Firman Allah.

* Galatia 5:16,
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

3. Keintiman (INTIM),
Selalu melakukan pendekatan diri dengan Tuhan. Baik berdoa, baca Alkitab, memuji dan menyembah Tuhan. Juga melakukan ibadah ke gereja.

* Ibrani 10:25,
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

4. Pengorbanan (KORBAN),
Berkorban untuk Tuhan (dana bangunan, dana sosial, dana natal dsb) dan tidak melakukan hitung-hitungan dengan Tuhan. Berkorban dengan sukarela dan dengan hati bersyukur.

* 2 Korintus 9:7,
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Semoga kita bisa melakukan untuk Membangun Mezbah Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sabtu, 22 Juni 2013

SEANDAINYA SAJA

Dua orang gelandangan (G) sedang duduk mengobrol di sudut jalan.

G1: "Hidup ini memang susah, tapi seandainya saja aku punya uang satu juta Rupiah, hidupku pasti bahagia."

Tenyata obrolan itu didengar seorang jutawan (J) yg kebetulan lewat, dan diapun bertanya:
"Maaf, saya dengar tadi Anda bilang hidup Anda akan bahagia jika Anda punya satu juta Rupiah?"

G1: "Benar sekali pak."

J : "Oke, saya akan beri Anda satu juta rupiah, semoga Anda berbahagia."

Setelah sang jutawan menyerahkan uang dan pergi, apakah yg dikatakan si gelandangan?
G1: "Wah,seandainya saja aku tadi bilang sepuluh juta!!!"

Ada banyak kata "seandainya saja" menjadi kata favorit dalam kehidupan kita.
Seandainya aku lahir di keluarga konglomerat yg kaya-raya dan sukses; seandainya aku punya keahlian, kekayaan, popularitas, ­ seandainya aku seperti si A, si B dstnya.

Benjamin Franklin berkata:
"Rasa "cukup" membuat orang miskin menjadi kaya, tapi rasa "tidak cukup" membuat orang kaya menjadi miskin."

Rasa cukup ditentukan dari bagaimana cara kita memandang dan menyikapi apa yg terjadi dan apa yg kita miliki itu.

Bukan impian yg membuat kita bahagia,
tapi rasa syukurlah yg menentukannya.

Saat kita hanya mengukur segalanya dari materi, kita tidak akan pernah merasa cukup. Bahkan yg terkaya diduniapun terus mengumpulkan kekayaan.

Rasa cukup bukanlah berarti membunuh passion (hasrat/­kemauan) utk bekerja keras, tapi rasa cukup membuat kita mampu melihat yg terbaik dari apa yg kita punya, sehingga membuat kita menghargai dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

Jadi mulai hari ini berhati-hatilah­ jika kata "seandainya saja" lebih sering Anda ucapkan atau pikirkan ketimbang ucapan "SYUKUR".

Tetap semangat,
Tuhan Yesus Memberkati.

Katakanlah Cinta

Baca ini jika kamu mencintai seseorang…
Sebuah rumah tangga yang sudah terjalin beberapa tahun, sebut saja Doni, setiap hari sebangun dari tidurnya tak pernah lupa mengatakan I Love You buat Siska (istrinya). Sebelum pergi kerja, sepulang kerja, dan sebelum tidur ia katakan I Love You. Tentu saja sang istri sangat senang dan bangga punya suami yang romantis dan selalu mengatakan apa yang suaminya rasakan.

Pada hari minggu mereka hendak berpergian untuk bertamasya, sang suami bergegas memanaskan mobil dan memarkir kendaraannya di luar rumah. Brruuuaakkk!!! Suara yang keras terdengar dari depan rumah. Air mata dan teriakan histeris pun keluar dari mulut Siska ketika melihat Doni yang berlumuran darah di dalam mobilnya. Doni ditabrak oleh pengendara mobil yang mabuk. Sebelum Doni menutupkan matanya, yang ia katakan pada istrinya adalah “I Love You”. Doni pun tersenyum untuk pertama dan terakhir kalinya ketika mendengar kata “I Love You too, Doni”.

Siska sadar akan kesalahannya yang tak pernah membalas dan mengatakan “I Love You” kepada suaminya Doni. Kata I Love You lah yang selalu dinanti-nantikan oleh Doni, betapa penting sebuah kata yang pendek dan singkat buat dia…

Cinta bukan hanya untuk dirasakan…
Cinta bukan hanya untuk didengar…
Cinta bukan hanya untuk dinikmati…

Tapi Cinta juga harus dikatakan, karena kata cinta yang masuk di telinga kita akan membuat perasaan semakin damai dan saling menyayangi.

Jumat, 21 Juni 2013

8 Karakteristik Sahabat Menurut Alkitab

1. SETIA

Banyak persahabatan hancur karena hilangnya kepercayaan. Dalam kitab Amsal 18:19 dikatakan, "Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri daripada kota yang kuat, dan pertengakran adalah seperti palang gapura sebuah puri." Dalam bagian lain dikatakan bahwa kesetiaan yang sejati sulit diketemukan. "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya." (Amsal 20:6)

Hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kesetiaan adalah memelihara kepercayaan. Hilangnya kepercayaan terhadap orang lain merupakan gejala kejiwaan yang cukup sulit diatasi. Karena itu cobalah sedapat mungkin mencegah hal itu dengan belajar menahan diri untuk tidak menceritakan hal-hal yang kita anggap rahasia.

"Belalah perkaramu terhadap sesamu itu, tetapi jangan buka rahasia orang lain, supaya jangan orang yang mendengar engkau akan mencemoohkan engkau dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang." ( Amsal 25:9-10)

Kesetiaan juga berarti tetap mendorong baik dalam keadaan suka maupun duka. "seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17)

2. SALING MEMBAGI

Yang dimaksud dengan saling membagi di sini adalah dapat berbagi suka duka termasuk perasaan. Mungkin dapat diartikan saling mengemukakan setiap masalah yang dihadapi. Hal itu jelas tidak dapat dilakukan kepada setiap orang. Dan ada 4 kunci untuk dapat melakukan hal ini :

* MENDENGAR

"Hai, saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." (Yakobus 1:19).

Yang dimaksud cepat mendengar adalah memusatkan pendengaran dan pikiran kepada apa yang dikatakan lawan bicara kita. Seharusnya kita belajar mendengar kata-kata yang diucapkan, menangkap pesan yang terkandung dan mengartikannya secara tepat.

* BERBICARA

"Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya." (Amsal 18:13).

Sementara itu dibagian lain dari kitab amsal dikatakan, "perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel
di pinggan perak." ( Amsal 25:11).

Walaupun persahabatan yang kita bina telah sampai pada tahap cukup erat, kita tetap tidak bisa berbicara seenaknya. Oleh sebab itu untuk menjaga ucapan, kita perlu bersikap jujur dan bijaksana dalam mengucapkan segala sesuatu.

Jangan takut berbicara, tetapi juga jangan takut berdiam diri.

*MENERIMA

Yesus memang tidak senang akan dosa-dosa kita, tapi Ia tetap bersedia menerima kita sebagaimana adanya. Sebagai orang percaya seharusnya kita dapat mengikuti jejak Yesus sehingga dapat berkata kepada orang lain, "Saya menerima Anda sebagaimana adanya walaupun saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan atau kerjakan."

* MENGERTI

Komunikasi akan gagal bila tak ada pengertian. Mendengar saja belum cukup. Kita perlu mengerti maksud pembicaran orang lain. Pengertian yang benar sesungguhnya pemberian Tuhan, "Karena
Tuhanlah yang memberikan himkmat, dari mulutNya datang pegetahuan dan kepandaian." (Amsal 2:6). Bila kita besedia memperhatikan sungguh-sungguh teman-teman kita, maka Tuhan akan mengaruniakan pengertian untuk melakukan hal itu. Sikap untuk memahami orang lain merupakan dasar yang kokoh tempat bertumbuhnya persahabatan yang saling memberi dan menerima.


3.MENIKMATI BERSAMA

Seorang sahabat tentu tidak akan senantiasa ada sepanjang hari di samping kita untuk berbicara serta mendorong terus-menerus. Ada waktunya kita berjalan bersama ke tempat rekreasi, makan bersama, tertawa dan merasakan kebahagiaan bersama-sama.

Bila saat ini kita sedang mengembangkan persahabatan dengan seseorang, cobalah berfikir kreatif hal-hal yang dapat dikerjakan dan dinikmati bersama. Lakukanlah dengan jujur sehingga kegembiraan yang diperoleh tidak terasa dibuat-buat, dengan menikmati kegembiraan bersama-sama, keutuhan persahabatan akan tetap terjaga.

4. MENDORONG

Seorang sahabat seharusnya mendorong kita ke arah pikiran-pikiran baru, pertumbuhan kepribadian dan kedewasaan rohani.

"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." ( Amsal 27:17 ). Kita seharusnya dapat dan bersedia mendorong orang lain untuk hidup secara benar. Dengan demikian kehidupan kita akan diperkaya dengan hadirnya seorang sahabat. Namun bagaimanapun juga harus diakui bahwa tidak setiap orang mampu mendorong dan memberi semangat kepada sesamanya. Oleh sebab itu kita tidak perlu memaksakan diri menjadi orang yang pandai memberi semangat, tetapi jadilah diri kita sebagaimana adanya.

Carilah hal-hal yang memang merupakan kelebihan dalam diri kita dan dapat diberikan kepada sahabat kita.. "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik." (Ibrani 10:24)

5. MEMBESARKAN HATI

Persahabatan yang menghasilkan tekanan bagi salah satu pihak tidak akan dapat bertahan lama. Bagaimanapun kita perlu memberi dan diberi semangat. Untuk membangkitkan semangat, kita dapat melakukannya melalui hal-hal kecil dan sederhana. Misalnya dengan mengirim kartu ucapan ulang tahun, membicarakan hal-hal yang membangun, menyediakan waktu untuk mendengar keluhan-keluhannya, dan lain-lain.

"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan, 'hari ini' supaya jangan ada diantara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa" ( Ibrani 3:13 )

6. PENGORBANAN DIRI

"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya". (Yohanes 15:13).

Dalam persahabatan, masing-masing pihak biasanya saling memperhatikan kebutuhan mereka. Jika yang satu mememerlukan sesuatu, maka yang lain dengan senang hati memberikannya.

Pengorbanan diri merupakan unsur penting dan merupakan ukuran dari erat tidaknya persahabatan yang kita bina. "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4).

7. KASIH

Persahabatan ideal dibangun di atas dasar kasih yang memberi dan rela berkorban, dan tidak mengharapkan balasan. Memang benar kasih akan lebih terasa bila diungkapkan melalui tindakan tetapi pada saat tertentu perlu juga dikatakan. Masalah kapan harus melakukannya, diperlukan hikmat. Oleh sebab itu mintalah kepada Tuhan agar kasih yang kita sampaikan dapat dirasakan sebagai berkat dan orang tidak salah menerima.

8. TANTANGAN ROHANI

Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Seharusnya melalui jalur persahabatan kita dapat menyampaikan kabar keselamatan Kristus dan bila memungkinkan dapat membimbing mereka kepada Yesus Kristus, "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang." (Amsal 13:20).

Persahabatan yang dibangun hendaknya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan rohani kita. Yang penting untuk dijaga adalah agar kita dapat mempengaruhi dan bukan dipengaruhi orang lain.

Kamis, 20 Juni 2013

Keledai Di Sumur

Suatu hari seekor keledai milik seorang petani terjatuh ke dalam sumur. Keledai tersebut menangis selama berjam-jam, sementara si petani berpikir keras mengenai apa yang harus dilakukannya. Akhirnya si petani memutuskan sesuatu. Agar tidak ada lagi korban yang jatuh, maka sumur tersebut harus ditutup, lagipula keledainya sudah tua dan tidak berharga untuk diselamatkan. Ia meminta seluruh tetangganya untuk membantu menimbun sumur tersebut dengan tanah. Para penduduk beramai-ramai menyekop tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. Pada awalnya keledai menyadari apa yang sedang terjadi dan ia menangis ketakutan. Tidak beberapa lama kemudian suara tangis keledai tidak terdengar lagi. Si petani melihat ke dalam sumur dan ia menyaksikan satu hal yang menakjubkan. Pada setiap sekop tanah yang mengenai tubuhnya, si keledai mengibaskan tubuhnya dan naik di atas tanah timbunan yang baru.
Para penduduk terus memasukkan tanah ke dalam sumur yang mengenai tubuh si keledai. Sementara si keledai pun terus mengibaskan setiap tanah yang mengenai tubuhnya dan naik di atas tanah timbunan baru. Setelah timbunan hampir menutupi sumur, semua orang merasa takjub melihat seekor keledai melompat keluar dari tepi sumur dan berlari kecil.

Seringkali perjalanan hidup kita seperti cerita di atas, banyak timbunan masalah yang ingin mengubur kita. Kita dapat keluar sebagai pemenang bila kita mengibaskan setiap masalah dan mengambil hikmah dari setiap masalah untuk menuju posisi yang lebih tinggi.

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit. Kami habis akal, namun tidak putus asa.

PIANO DARI TUHAN YESUS

Di suatu malam Tuhan membangunkan aku dari tidurku,

Tuhan : anak-Ku bangun, Aku mau bicara padamu

Aku : Iya, Tuhan aku bersedia bangun untuk mendengar perkataanMu

Tuhan : anak-Ku, aku akan menghadiahkan kamu sebuah Piano, apa kamu bersedia memakai piano dariku dalam melayani aku

Aku : Piano seperti apa itu Tuhan, karena aku sudah punya Harmonika. Bagiku itu sudah cukup untuk memainkan musik untuk kemuliaan nama-Mu

Tuhan : Piano yang akan kuberikan ini padamu anak-Ku adalah piano kehidupan

Aku : Apakah ada ya Tuhan piano kehidupan itu?

Tuhan : anak-Ku, kemarilah..!!! Piano yang kumaksudkan bukan benda yang menghasilkan bunyi, tapi Piano Kehidupan itu adalah kesabaran dalam menghadapi suka dan dukamu. Piano.mempunyai 2 bagian yaitu hitam dan putih, yang hitam itulah gambaran kesakitan yang kamu rasakan. Itulah hinaan atau intimidasi dari sesamamu yang kerap buatmu sakit, karena di dalam hidup kamu pasti akan merasakannya..

Aku : Lalu yang putih bagaimana Tuhan?

Tuhan : Yang putih adalah sukacita besar yang akan kamu terima dari semua kesabaranmu. Karena maukah kamu memakai Piano dariKu dalam menghadapi persoalan hidupmu?

Aku : Ya, aku mau Tuhan.. kalau begitu piano dariMulah yang jadi landasan hidupku

Tuhan : Kalau begitu, kabarkan sukacita ini pada penjuru dunia, agar.mau memakai PianoKu di segala perkara hidupnya..

Aku : Iya, Tuhan.. aku berjanji akan mengabarkan berita ini kepada sesamaku

Dialog tentang Piano ini adalah sketsa yang hadir di dalam mimpiku tadi malam.. Tuhan Yesus hadir dimimpiku memberikan sketsa ini, dan aku tertantang untuk memberitakannya...

Kiranya sketsa ini dapat semakin menguatkan hati saudara, dalam melayani Tuhan..

3 x 8 = 23

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak, “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata, “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata, “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.”

Yan Hui, “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain, “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui, “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa, “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.”

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius, tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.

Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat: “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”

Yan Hui bilang baiklah, lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.

Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba di rumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi
kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur di samping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata, “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”

Confusius berkata, “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.”

Yan Hui berkata, “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Confusius bilang, “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata, “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.”

Sejak itu, ke mana pun Confusius pergi, Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita:

Jika pun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.

Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.

Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.

Rabu, 19 Juni 2013

Chatting dengan Tuhan

TUHAN: Hallo Manusia... Apa kabarmu?

Manusia: Baik, ini siapa ya? Kok, manggil aku manusia? Emang situ bukan manusia? Oh, ya salam kenal ya...

TUHAN: Aku memanggil kamu manusia karena kamu adalah ciptaan-Ku yang sangat berharga. Ngapain kamu kenalan lagi? Aku udah kenal kamu banget kok...

Manusia: Hah? Emangnya situ Tuhan?

TUHAN: Mungkin bisa dikatakan begitu...

Manusia: Ah, situ ngada-ngada aja!! Namanya siapa?

TUHAN: Aku Awal dan Akhir. Aku pencipta-Mu. Aku tidak dijuluki siapa-siapa karena hanya Akulah yang layak memberi nama kepada semua ciptaan-Ku satu per satu.

Manusia: Hah? Situ bikin bingung deh... Ada-ada aja... Kalo emang bener kamu itu Tuhan, kenapa Tuhan kok chattingan begini?

TUHAN: Memangnya gak boleh? Hehehe, sekali-kali aku mau mencoba hasil karya para manusia...

Manusia: Hahaha!!! OK, kalo memang kamu itu Tuhan, aku mau nanya... Kenapa kamu menciptakan manusia?

TUHAN: Manusia adalah ciptaanku yang paling mulia karena aku menghembuskan bagian dari diri-Ku ke dalam jiwa kalian. Kaliah adalah sahabat-sahabat-Ku yang seharusnya bisa memuaskan Aku.

Manusia: Lalu, kenapa keadaan aku dan manusia lainnya kok tidak seperti yang kamu harapkan? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?

TUHAN: Aku memberikan kehendak bebas kepada kalian. Jadi, kalian bisa memilih untuk mencintai-Ku dan memuaskan-Ku atau memilih melakukan aktivitas yang lain. Namun, sayangnya manusia pertama yang aku ciptakan gagal menggunakan kehendak bebasnya.

Manusia: Lho, itu kan gara-gara setan juga! Kenapa harus ada setan yang jahat, yang selalu menggoda manusia?

TUHAN: Aku tidak pernah menciptakan hal-hal yang jahat. Aku menciptakan hal-hal yang sangat baik. Setan adalah ciptaan-Ku yang Kukasihi. Namun, ia memilih menggunakan kehendak bebasnya untuk memberontak karena ia ingin melebihi aku. Aku tidak membutuhkannya lagi. Jadi, aku buang dia dan pengikutnya ke bumi!

Manusia: Lalu, kenapa kamu menempatkan manusia di bumi juga? Setan-setan itu akan terus menggoda manusia! Mengapa kamu begitu?

TUHAN: Aku sengaja menempatkan manusia di bumi agar manusia bisa menghadirkan pemerintahan-Ku. Aku berharap manusia bisa menaklukkan setan di bawah pemerintahan-Ku dan mengelola bumi ini sesuai dengan pemerintahan-Ku.

Manusia: Hmm... Lalu menurutmu apa yang harus aku lakukan sebagai manusia?

TUHAN: Kamu harus berjuang untuk mencintai-Ku selagi kamu masih hidup di bumi.

Manusia: Maksudmu?

TUHAN: Ya, jiwamu sudah rusaki. Kamu harus berjuang untuk memulihkan jiwamu agar kamu bisa mencintai-Ku.

Manusia: Kenapa aku harus mencintaimu?

TUHAN: Ya, karena kamu itu kekasih-Ku. Aku sayang kamu. Karena Akulah yang menciptakan kamu dan Aku berhak memakai kamu untuk kepuasanku. Akulah Kekasih Abadimu. Ketika kamu mati meninggalkan bumi, semuanya akan hilang dan yang tersisa hanyalah Aku, Penciptamu. Apabilah kamu tidak bersama-Ku, kepada siapa lagi kamu bergantung nanti setelah mati? Tidak ada yang bisa menerimamu, kecuali Aku. Aku mengingini kamu berbalik mencintaiku dengan kesadaran dan ketulusan dari hatimu sendiri. Namun, sayang sekali jiwamu sudah rusak oleh kebiasaanmu itu sehingga kamu akan sangat sulit untuk benar-benar bisa mencintaiku.

Manusia: Jadi, apa yang harus kulakukan?

TUHAN: Pulihkan jiwamu!

Manusia: Caranya?

TUHAN: Terimalah aku sebagai TUHANmu, KEKASIHmu, dan SAHABATmu...

Manusia: Sebenarnya siapa kamu?

TUHAN: Akulah Awal dan Akhir.

Manusia: Kamu beneran Tuhan ya? Bagaimana caranya menerima-Mu sebagai Tuhanku? Aku harus masuk agama apa?

TUHAN: Agama bukan sistemku. Agama adalah sistem yang kalian buat untuk memperbaiki hubungan antara Aku dan kalian. Namun, sayang sekali pemberontakan kalian benar-benar membuatku sedih. Terlalu besar kesalahan yang telah kalian lakukan!

Manusia: Lalu, kalau bukan dengan agama, dengan apa lagi aku bisa memulihkan jiwaku sehingga aku benar-benar bisa mencintaimu. Katamu, kesalahanku sudah terlalu besar. Lalu dengan cara apa aku memperbaikinya?

TUHAN: Kalaupun kamu bisa hidup berjuta-juta tahun untuk melayani-Ku, aku sama sekali tidak tersanjung oleh jasamu itu. Sebesar-besarnya jasamu, tidak akan sanggup memperbaiki kesalahan besar yang telah kamu lakukan.

Manusia: Memang apa sih kesalahan besarku?

TUHAN: Kamu hidup di bawah pemerintahan dirimu sendiri. Kamu tidak hidup di bawah pemerintahan-Ku. Itulah kesalahan besarmu!

Manusia: Lalu, aku harus bagaimana?

TUHAN: Kamu harus hidup seperti YESUS hidup.

Manusia: Siapa YESUS itu?

TUHAN: Dialah Perwakilan-Ku dalam wujud manusia. Ketika kamu melihat Dia, kamu sedang melihat Aku. Dia telah membayar lunas seluruh kesalahanmu melalui pengorbanan-Nya. Dialah sosok manusia yang benar-benar Kukasihi. Aku berkenan dan sangat menyayangi-Nya karena Ia memilih untuk belajar taat dan hidup di bawah pemerintahan-Ku. Kesalahan besar kalian harus ditebus melalui pengorbanan korban yang tidak cacat dan tidak bercela sama sekali. Dia telah membuktikannya melalui hidup-Nya yang sempurna di hadapan-Ku. Dia mati untuk menebus semua kesalahan-Mu.

Manusia: Itu agama Kristen kan?

TUHAN: Aku tidak mau tahu-menahu tentang agama. Aku hanya mau tahu apakah kamu hidup sama seperti YESUS hidup atau tidak. Aku melihat kehidupanmu, bukan agamamu.

Manusia: Kamu ingin aku hidup sama seperti YESUS hidup?

TUHAN: Ya, pelajarilah kehidupan-Nya! Tirulah! Peragakanlah kehidupan-Nya melalu kehidupanmu di dalam dunia yang sudah modern ini. Aku ingin kamu seperti Dia.

Manusia: Apakah mungkin aku bisa hidup sama seperti Dia hidup?

TUHAN: Banyak manusia yang berusaha hidup sama seperti Dia hidup. Namun, hanya sedikit yang berhasil sempurna melakukan-Nya. Banyak yang merasa putus asa dan merasa ini adalah hal yang sangat mustahil.

Manusia: Lalu, kalau ini mustahil, kenapa kamu menyuruhku?

TUHAN: AKu tidak bilang ini mustahil. Merekalah yang bilang. Namun, percayalah apabila kamu benar-benar mengandalkan Aku sebagai TUHANmu, bagi-Ku tidak ada yang mustahil. Aku menyuruhmu karena Aku yakin kamu bisa melakukanlah. Percayalah dan mulai lakukanlah!

Manusia: Lalu, bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaanku yang katamu itu merusak jiwaku?

TUHAN: Bunuhlah semuanya! Memang awalnya terasa sangat sakit untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaanmu yang sangat nikmat itu. Tetapi, aku mau kamu membunuhnya! YESUS sudah mau mati untukmu. Kamu pun harus mematikan semuanya untuk-Ku.

Manusia: Kira-kira apa yang terjadi ya ketika aku menolakmu?

TUHAN: Ketika kamu menolak-Ku, maka aku tidak bisa menerima-Mu masuk ke dalam rumah-Ku. Kamu tidak bisa hidup selama-lamanya. Kamu akan mengalami kehancuran ketika dunia ini dihancurkan. Kamu akan mengalami kesakitan, penyesalan, dan kesedihan sampai selama-lamanya. Parahnya, semua kesakitan itu benar-benar kamu rasakan dengan kesadaran yang utuh sampai selama-lamanya. Kamu akan menderita selama-lamanya.

Manusia: Hmmm... Tuhan, kalau Kau benar-benar Tuhan yang menciptakanku, yang Awal dan Akhir, tolong terimalah aku sebagai manusia yang Kau sayangi. Aku mau mencintai-Mu. Aku mau terus belajar mencintai-Mu. Kini aku tahu ketika aku mati yang tersisa hanyalah Kau, Tuhanku. Jadi, aku mau belajar mempersiapkan semuanya mulai detik ini.

TUHAN: Mari datanglah ke pangkuanku Anakku... Tenangkanlah jiwamu. Kamu aman bersama-Ku. Kamu akan terus hidup. Hidup bersama-Ku sampai selama-lamanya. Kamu tidak akan menemukan kesedihan, penyesalan, kekecewaan, ketakutan, dan kecelakaan di rumah-Ku. Kamu akan hidup selama-lamanya bersama-Ku dalam damai dan sukacita yang tidak pernah kamu perkirakan. Aku menanti-nantikan-Mu. Anakku, amanlah jiwamu sekarang... Selamatlah kamu...

Emas

Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya,

“Guru, saya belum paham mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman ini berpakaian necis amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain.”

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cobalah, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas.”

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu,

“Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”

“Cobalah dulu sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.

Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak.”

Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian.”

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor,

“Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih,

“Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar yang menilai demikian. Namun tidak bagi pedagang emas. Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.”

Selasa, 18 Juni 2013

Gadis Dengan Setangkai Mawar

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.

Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling bersurat.

Beberapa hari kemudian, John dikirim ke medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam hati masing-masing dan jalinan cinta mereka pun tumbuh. John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata sang gadis,

“Kalau perasaan cintamu tulus, John, bagaimana pun rupaku tidak akan merubah perasaan itu, kalau saya cantik, selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita lakukan.”

Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai.

“Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah bajuku,” kata Nona Hollis.

Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba-tiba jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa cantiknya.

Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekuntum mawar merah di kerahnya.

“O….itu Hollis!!!”

Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa terbagi dua ingin lari mengejar sang gadis cantik, tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama perang.

Tanpa berpikir panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah baya itu dan menyapanya,

“Nama saya John Blanford, Anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan Anda, maukah Anda makan malam bersama saya?”

Sang wanita tersenyum ramah dan berkata, “Anak muda, saya tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau Anda mengajak saya makan, maka saya diminta untuk memberitahu Anda bahwa dia menunggu Anda di restoran di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin menguji Anda.”

Seringkali kita melihat fisik seseorang, padahal jauh dari itu semua, hatilah yang terpenting.

Senin, 17 Juni 2013

4 Obat Mujarab

Seorang anak muda telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup.

Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat. Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan, “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti Anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat di dalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: “Dengarlah.”

Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secara perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis: “Mengingat”.

Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar batinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia menemukan secarik kertas dengan tulisan: “Menimbang dan menilai motivasi”.

Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain.

Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas. Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: “Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai.”

Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata “cemas”. Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya. Bibir pantai seakan disapu bersih, kata “cemas” yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.

BELAJAR DARI KETABAHAN NOVITA DEWI MARPAUNG

Kita sudah mengetahui seorang Laskar Kristus yang bertarung melawan Fatin Shidqia Lubis di Grand Final X-Factor Indonesia.. Walaupun pada puncak itu Novita Dewi Marpaung hanya terpilih sebagai pemenang kedua (runner up)...

Perlu kita ketahui, bahwa selama Novita membuat fity video tentang aktivitas dan bahkan segala hal yang ia lakukan, satu kata yang selalu ia ucapkan, "Bahwa ia ingin jadi juara yang memenangkan hati Tuhan Yesus, bukan juara karena rasa iba dan kasihan, karena Novita ingin maju untuk sebuah kualitas yang diberikan Tuhan Yesus atas talentanya".

Banyak hal yang perlu kita contoh dari Novita Dewi Marpaung, yakni kesabaran, keramahan dan keikhlasan hatinya yang besar, meski banyak hujatan atas dirinya, dia tidak memperdulikannya, bahwa ia selalu sabar, dan selalu menampilkan hal yang terbaik...

Karena itu kita LASKAR KRISTUS telah menang dalam pengorbanan NOVITA DEWI MARPAUNG, dan kesetiaannya akan YESUS membuat kita semakin percaya, bahwa di dalam nama Yesus banyak rancangan penuh damai, dan Novita Dewilah salah satu insan yang selalu mengedepankan nama Tuhan Yesus diatas segalanya.....

Maukah kita meneladaninya????

HALELUYAAHHH....!!!

Jangan lupa untuk mendownload lagu kemenangan Novita, Sampai Habis Air Mataku, di sini,
http://www.4shared.com/mp3/fopPrLQE/

TUHAN YESUS Memberkati...

Fakta-Fakta Alkitab

1. Alkitab adalah buku paling laris di dunia.

2. Sekitar 50 buku Alkitab terjual setiap menit.

3. Di RRC dalam seratus tahun terakhir Alkitab terjual sebanyak 350 juta jilid.

4. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang yang berbeda dengan berbagai profesi.

5. Alkitab ditulis dari tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa.

6. Alkitab disusun secara semi-kronologis (menurut musim/tema kitabnya) misal kitab puji-pujian disusun secara bersama (Ayub, Mazmur, Pengkhotbah, Kidung Agung)

7. Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500 tahun.

8. Kata “Bible” berasal dari bahasa Yunani “Biblia” yang artinya buku-buku. Tentu saja, karena Alkitab sendiri terdiri dari gabungan buku-buku.

9. Alkitab terdiri dari 66 kitab. 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru.

10. Alkitab terdiri dari 773.692 kata dan membutuhkan waktu 70 jam untuk membacanya sampai habis.

11. Alkitab terdiri dari 1.189 pasal dan 30.861 ayat. Perjanjian lama ada 929 pasal dan 23.203 ayat, sedangkan perjanjian baru ada 260 pasal dan 7659 ayat.

12. Di dalam keseluruhan Alkitab terdapat 8.674 kata Ibrani yang berbeda, 5.624 kata Yunani yang berbeda dan 12.143 kata bahasa Inggris yang berbeda.

13. Kitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani. Namun saat ini telah diterjemahkan kedalam 6000 bahasa lebih.

14. Kitab terpanjang di Alkitab adalah Kitab Mazmur dan kitab terpendek adalah Kitab II Yohanes.

15. Mazmur 118 adalah pasal yang terletak persis di tengah Alkitab.

16. Ada 594 pasal masing-masing sebelum dan sesudah Mazmur 118.

17. Apabila seluruh pasal Alkitab dijumlahkan, diluar Mazmur 118, seluruhnya berjumlah 1188 pasal.

18. Mirip dengan angka 1188, Mazmur pasal 118:8 juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah Alkitab. Bunyinya : "Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia."

19. Sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab.

20. Setelah Mazmur 118, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang di Alkitab.

21. Total janji di dalam Alkitab 1.260, total perintah 6.468, prediksi lebih dari 8.000, Nubuat yang sudah digenapi 3.268, nubuat yang belum digenapi 3.140, jumlah pertanyaan 3.294.

22. Terjemahan Alkitab pertama kali ke bahasa Inggris dipelopori oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388.

23. Pencetakan Alkitab dengan mesin cetak pertama kali dilakukan oleh Johannes Gutenberg pada 15 Agustus 1456.

24. Pemisahan pasal pada Alkitab pertama kali dilakukan oleh Stephen Langton pada tahun 1228. Perjanjian Lama dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh R. Nathan pada tahun 1488. Dan Perjanjian Baru dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh Robert Stephanus pada tahun 1551.

25. Alkitab pertama yang dicetak dengan pemisahan ayat pada Perjanjian Lama adalah kitab Perjanjian Lama Bahasa latin yang dicetak oleh Pagninus pada tahun 1528. Sedangkan Alkitab Bahasa Inggris dengan pemisahan pasal dan ayat pertama kali muncul pada Geneva Bible tahun 1560.

26. Kalimat pertama di Alkitab adalah, “Pada Mulanya...”

27. Kata terakhir yang tertulis di Alkitab adalah “Amin”

28. Kalimat “Jangan takut” muncul sebanyak 365 kali di dalam Alkitab. Sama jumlahnya dengan hari dalam setahun. Artinya Tuhan ingin kita menjalani setiap hari tanpa ketakutan.

29. Dari 613 Hukum Taurat, terdapat 365 Larangan dan 248 Perintah. 365 merujuk kepada jumlah hari dalam setahun, artinya setiap hari Tuhan menginginkan kita hidup kudus dan 248 pada perintah merujuk kepada jumlah tulang pada tubuh manusia, artinya Tuhan tidak pernah memberi kita perintah/beban melebihi kekuatanmu.

30. Kata “Kristen” hanya muncul 3 kali di dalam Alkitab.

31. Pada tahun 1631, dua mesin cetak dari London Bible melakukan kesalahan dengan tidak mencetak kata "not' dari perintah Allah ke-7, yang kemudian terbaca "Thou shalt commit adultery" atau berarti "hendaklah kamu berzinah". Alkitab yang salah cetak ini kemudian dikenal sebagai "The Wicked Bible"

32. Tercatat ada 7 kali kasus bunuh diri di Alkitab.

33. Kata “Trinitas” atau “Tritunggal” tidak pernah tercatat di Alkitab.

34. Kata “pujian” dan “sukacita dalam berbagai bentuknya disebut sebanyak 550 kali di dalam Alkitab.

35. Waktu antara pasal 6-7 kitab Ezra, Confusius dan Budha meninggal (516-458 SM)

36. Kitab Ester dan kitab Kidung Agung adalah kitab yang tidak pernah menyebut kata "TUHAN".

37 . Kata terpanjang di alkitab adalah "Mahershalalhashbaz" yang ditemukan di Yesaya 8:1.

38. Dalam 260 pasal Perjanjian Baru, Kedatangan Yesus kedua kali ditulis sebanyak 318 kali. Berarti lebih banyak janji kedatangannya yang kedua kali dibanding jumlah pasal Perjanjian Baru.

39. Abraham adalah orang pertama di Akitab yang disebut Yahudi.

40. Orang tertua di Alkitab adalah Metusaleh. Dia meninggal pada saat berusia 969 tahun.

41. Ada dua orang yang tidak pernah meninggal di Alkitab, yaitu Henokh dan Elia. Mereka diangkat ke surga.

42. Orang paling bijak di Alkitab adalah Salomo.

43. Orang paling kuat di Alkitab adalah Samson.

44. Prajurit paling hebat adalah Gideon. Dengan bantuan Tuhan ia mengalahkan 135.000 orang Midian.

45. Raja Salomo memiliki 700 istri dan 300 selir. Bayangkan jumlah mertuanya.

46. Orang tertinggi di Alkitab adalah Goliat yang memiliki tinggi 9,5 kaki atau sekitar 3 meter.

47. Sebuah kereta perang pada jaman Salomo membutuhkan biaya sekitar 77.000 USD untuk membuatnya. Wow...

48. Alkitab adalah inspirasi bagi doktrin hukum, sosial dan bahasa.

Luar biasa???? Katakan "AMIN" dan jangan lupa di share.

Silahkan tambahkan pula  fakta Alkitab menurut kamu di box komentar.

Tuhan Yesus Memberkati.

** Sex di luar Nikah ***

Bolehkah ?
Kalau suka sama suka apa tetap tidak boleh ?

Berpacaran tanpa melakukan Aktifitas Sex sudah tidak Zamannya lagi... Hal ini sering kita jumpai...atau bahkan kita sendirilah bagian dari itu semua., Kadang kita berpikir...Bagusan orang dunia bisa Poligami...

Apapun Alasannya hubungan seks diluar Nikah tidak dibenarkan Allah dan dalam Alkitab menamakan hal ini adalah Perzinahan.

Perbuatan ini adalah Dosa.

Pertanyaanya : Bagaimana jika perilaku ini sdh pernah atau sdang Anda jalani ?

BERTOBATLAH...!!!

Jangan ingat lagi dan jangan diperbuat lagi apa yang pernah saudara lakukan, belajar mengendalikan diri. Jangan biarkan kehidupan saudara ditawan oleh nafsu yang tidak terkendalikan.

Rendahkan dan BerDoalah dengan sungguh-sungguh dan minta kekuatan dari Tuhan lewat Roh KudusNya, khususnya melupakan hal hal yang pernah saudara lakukan...dan saudara harus berani berkata "TIDAK..." terhadap Dosa.

Hal sikap seperti ini memang tidak mudah kita menjalani dan melakukannya, apalagi Dosa tetap teruss merayu dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Jangan Kompromi terhadap Dosa, karena kalau kita diamkan dan maka lama kelamaan saudara akan kebal terhadap suara bathin saudara dan yg akhirnya akan terbiasa dengan dosa Perzinahan itu.

Jadi jangan salahkan Allah kalau sesuatu yang tidak enak nanti terjadi dalam hidup saudara yang di akibatkan oleh dosa.

Percayalah...sekecil apapun kehidupan saudara ...sudah ada dalam Rancangan Tuhan...jangan oleh kita sendiri merusakkan Rancangan Tuhan bagi hidup kita sendiri.

TUHAN YESUS Memberkati.

Allah Selalu Bersama Kita

Suatu kali, kira-kira beberapa tahun yang lalu, Billy Graham mengalami masa-masa yang gelap dalam hidupnya. Meskipun ia telah berdoa kepada Tuhan mengenai apa yang ia alami, namun ia merasa langit seperti menjadi tembaga baginya. Tuhan seolah-olah telah menghilang dari hidupnya dan ia sendirian bersama pencobaan dan bebannya.

Billy Graham akhirnya menulis surat pada ibunya mengenai pengalamannya itu. Beberapa hari kemudian, ia pun mendapat surat balasan dari ibunya yang isinya sebagai berikut:

“Nak, ada saatnya ketika Allah menarik diriNya untuk menguji imanmu. Dia ingin kau mempercayai Dia dalam kegelapan. Sekarang, raihlah dengan iman melewati kabut dan kau akan menemukan bahwa tanganNya ada di sana.”

Selesai membaca surat dari ibunya tersebut, tiba-tiba air mata keluar dari mata Billy Graham. Sambil berlutut di sisi tempat tidur, ia pun mulai menangis dan hadirat Allah yang melimpah dengan sekejap ia rasakan.

Hari itu sungguh menjadi hari yang tidak pernah ia lupakan hingga saat ini.

Entah kita merasakan atau tidak merasakan hadirat Allah di saat jalan kita gelap, namun tetap berimanlah bahwa Dia ada di sana.

Jangan ragukan firmanNya yang berkata, “Aku tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, karena memang itulah kebenaran yang sesungguhnya.

Allah selalu ada bersama Anda dan dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda seorang diri.

Tuhan memberkati.

Minggu, 16 Juni 2013

Talenta

Tuhan memberikan setiap orang beragam talenta dan karunia rohani yang berbeda-beda dengan maksud  dipakai untuk kemuliaan nama-Nya.

Ketika kita memanfaatkan talenta yang kita miliki, janganlah ada maksud untuk meninggikan diri kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Kasih

☆ Jangan jadikan cinta seperti kembang api,sudah terbakar indahnya sesaat saja.

☆ Jangan jadikan cinta seperti pemain sepak bola, dari jauh dikejar sudah dekat ditendang.

☆ Jangan jadikan cinta seperti permen karet yang habis manis sepah dibuang.

【ツ】Tapi.. Jadikan cinta seperti lilin yang rela hancur terbakar demi menerangi orang yang disayang dan dicintai.

Pensil dan Penghapus

Pensil: “Saya minta maaf.”

Penghapus: “Untuk apa? Kamu tidak melakukan hal yang salah.”

Pensil: “Saya minta maaf karena kamu luka karena saya. Tiap kali saya membuat kesalahan, kamu selalu ada untuk menghapusnya.  Dan ketika kesalahanku dihapus, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu menjadi semakin kecil dan kecil.”

Penghapus: “Itu benar. Tapi itu tidak jadi masalah. Kamu lihat, saya memang dibuat untuk hal itu. Saya dibuat untuk membantu kamu kapan pun kamu melakukan hal yang salah. Walaupun suatu hari, saya tahu saya akan hilang dan kamu akan menggantikan saya dengan yang baru, saya sebenarnya bahagia dengan tugas saya. Jadi tolong berhenti mengkhawatirkan saya. Saya tidak suka melihatmu sedih.”

Orang tua seperti penghapus dan anak-anak adalah pensil. Orang tua selalu ada untuk anak mereka, membersihkan kesalahan anak mereka.

Terkadang, orang tua menjadi terluka dan menjadi semakin tua (dan terkadang meninggal). Walaupun anak mereka akan menemukan orang lain sebagai pasangan hidup mereka, orang tua masih bahagia dengan apa yang telah mereka lakukan untuk anak mereka, dan selalu tidak suka jika anak mereka sedih atau khawatir.

Maka, sayangilah orang tua kamu. Dan jangan takut untuk menyatakan bahwa kamu menyayangi mereka.

Sabtu, 15 Juni 2013

Lakukan Semua Itu Atas Nama Tuhan Yesus

Banyak orang berpikir bahwa hidup ini sepertinya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya saja! Kerja menyebalkan, hidup tak berguna, dan tidak ada sesuatu yang beres!

Tetapi pandangan hidupku kemudian telah berubah. Pandangan tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai dua.pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun.jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya.yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, dua putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!

Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!!

Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun terus menghantuinya sampai sekarang.

Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu ‘so naughty’ atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat MENGEMIS!!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan.

Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini,.tetapi ini adalah KENYATAAN!!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri. Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian.dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira enam orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu. Mereka berebutan untuk memakannya (suatu reaksi yang alami dari kelaparan)!

Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan dua toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25/potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa di situ! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $0,25!!! Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia
masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!

Sekarang saya pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!!!

Nah, bagaimana dengan Anda? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti saya, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan!

Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini. Sudahkah kita BERSYUKUR? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki?

“Life is Beautiful, for He as made it beautiful for us.” Mari bersyukur atas indahnya hidup. Karena kita tidak pernah tahu apa yang DIA rencanakan untuk kita hari ini dan esok hari.

Pengampunan Dari Allah

Pada hari Minggu pagi tanggal 8 November 1987, seorang pria Irlandia, Gordon Wilson, bersama putrinya yang berusia 28 tahun, Marie, pergi menonton pawai di kota Enniskillen di Irlandia Utara.

Ketika mereka berdiri di samping sebuah dinding batu sembari menantikan kesatuan prajurit dan polisi Inggris berbaris melewati mereka, sebuah bom dari teroris IRA (Irish Republican Army) meledak di belakang mereka. Enam orang tewas seketika karena ledakan itu. Gordon dan putrinya terkubur beberapa meter di bawah tumpukan batu.

Gordon merasakan bahu dan lengannya terluka, tetapi ia tidak dapat bergerak. Kemudian, ia merasakan ada seseorang menyentuh jari-jarinya dengan sangat lembut. Dia merasakan jemari putri tercintanya meraih jemarinya yang terjepit dan memegangnya erat-erat.

“Ini Ayah, kan?” bisik Marie.

“Betul, Marie,” sahut ayahnya.

“Ayah tersayang, aku ingin bicara,” suara Marie tersendat karena dia merintih kesakitan.

“Iya anakku, bicaralah,” jawab ayahnya.

“Ayah, aku belum pernah merasakan sakit seperti ini, aku tidak tahu yang terjadi dengan diriku, tetapi apapun itu aku senang tetap berada di sini bersama ayah di bawah reruntuhan ini. Ayah pernah mengajarkan aku untuk selalu memaafkan orang-orang jahat. Bisakah ayah memaafkan mereka meski aku telah tiada ayah?”

“Iya anakku,” sahut ayahnya dengan sedih.

Gordon mendengar suara-suara samar anaknya merintih kesakitan, kemudian suara yang jauh lebih jelas, yakni teriakan Marie. Ia meremas tangan putrinya kuat-kuat sambil berkali-kali bertanya apakah ia baik-baik saja. Di antara rintih kesakitannya, Marie berkali-kali meyakinkan ayahnya bahwa ia baik-baik saja.

“Ayah, Ayah, apakah Ayah mendengarku? Ingat Ayah, aku sangat mengasihi Ayah,” itulah kata-kata terakhir putrinya yang didengar Gordon.

Empat jam kemudian, setelah mereka akhirnya diselamatkan, Marie meninggal dunia di rumah sakit karena mengalami kerusakan parah di otak dan tulang belakang. Selanjutnya siang itu, seorang wartawan BBC ingin mewawancarai Gordon. Setelah ia menggambarkan apa yang sedang terjadi, wartawan itu bertanya kepada Gordon,

“Bagaimana perasaan Anda terhadap orang yang memasang bom itu?”

Jawabannya sangat mengejutkan.

“Saya tidak membenci mereka,” sahut Gordon. “Saya tidak dendam kepada mereka. Kata-kata yang sengit tidak akan menghidupakan Marie Wilson kembali. Saya akan berdoa malam ini dan setiap malam agar Allah mengampuni mereka.”

Sebagian orang menduga bahwa pernyataan itulah yang akhirnya menenangkan kelompok-kelompok militer yang sebelumnya sangat marah terhadap pengeboman itu, dan hal itu mencegah terjadinya suatu serangan balasan yang berdarah.

Pada bulan berikutnya, banyak orang bertanya kepada Gordon yang pada akhirnya menjadi senator Republik Irlandia tentang bagaimana ia dapat mengampuni tindakan kejam yang didasari kebencian tersebut.

“Hati saya terluka,” ujar Gordon. “Saya telah kehilangan putri saya, tetapi saya tidak marah. Kata-kata terakhir Marie kepada saya, kata-kata kasih, menumbuhkan kasih saya. Saya menerima anugerah Allah untuk mengampuni melalui kekuatan kasihNya bagi saya.”

Selama bertahun-tahun setelah tragedi yang merengut nyawa putrinya dan yang juga nyaris merengut nyawanya sendiri itu, Gordon Wilson bekerja tanpa mengenal lelah untuk memperjuangkan kedamaian dan rekonsiliasi di Irlandia Utara sampai akhir hayatnya.

Gordon Wilson telah mengalami anugerah Allah, kasih, dan pengampunanNya yang melingkupi segalanya. Manakala anugerah menyentuh kehidupan kita, maka kita merasa diampuni dan dibebaskan dari belenggu pada bagian terpenting dalam kehidupan kita, dan kita pun mendapatkan anugerah untuk mengampuni orang lain. Anugerah dan pengampunan semacam itu dapat membawa kedamaian dimana ada perselisihan, membawa pemulihan dimana ada keputusasaan. Anugerah semacam itu dapat mengubah kehidupan kita dan kehidupan orang-orang di sekeliling kita, bahkan mereka yang melukai hati kita untuk selama-lamanya.

Jumat, 14 Juni 2013

10 Janji TUHAN Yang Luar Biasa Pada Kita

1. Kebesaran-Nya akan bersinar pada kita;

2. Luka kita akan sembuh;

3. Tuhan akan selalu bersama dengan kita;

4. Tuhan akan menyelamatkan kita;

5. Tuhan akan melindungi kita;

6. Tuhan akan menjawab doa-doa kita;

7. Tuhan akan mengubah gelap jadi terang;

8. Tuhan akan slalu membimbing kita;

9. Tuhan akan memuaskan kita dengan hal-hal baik;

10. Tuhan akan membuat kita menjadi kuat;

Yesaya 58:6-11

Yang percaya katakan Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

Berlian

Pada suatu hari seorang wanita tua berjalan menyusuri bukit. Tak sengaja, matanya tertuju pada sebuah batu mengkilat yang berada di sela-sela batu besar. Batu itu kurang lebih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Dengan berbagai usaha, diraih dan dipegangnya batu gemerlap itu.

Pada saat itu pula, lewat seorang pria muda yang sedang mencari kayu bakar. Tampak sekali dari pakaiannya, bahwa lelaki itu adalah orang miskin. Lelaki itu melihat batu mengkilat yang dipegang oleh nenek tua, dan terperanjatlah dia ketika melihat sebuah berlian sebesar itu.

“Apa itu, nek?” Lelaki itu bertanya, “Bolehkah aku memintanya?”

“Baiklah..” Jawab nenek itu seraya memberikan batu itu kepada sang lelaki tanpa beban sama sekali.

Setengah tidak percaya, lelaki itu segera menerima dan membawa pulang berlian besar itu. Sesampainya di rumahnya yang mulai reyot, lelaki itu mulai merancang berbagai strategi untuk memanfaatkan berlian besar tersebut agar dapat membuatnya kaya tanpa kehilangan batu itu sama sekali.

Besoknya, si lelaki memutuskan untuk menggadaikan berlian miliknya. Uang hasil gadai berlian itu ternyata cukup besar, dan uang itulah yang ia gunakan sebagai modal usaha. Tahun demi tahun dilalui, dan akhirnya lelaki itu tumbuh berkembang menjadi seorang pengusaha yang kaya-raya. Berlian yang dulu digadai itupun sudah dapat ditebusnya kembali.

Tapi entah kenapa, perlahan namun pasti mulai ada perubahan di diri lelaki itu. Ia mulai congkak, suka pamer, dan mulai melarutkan dirinya dalam kehidupan malam yang sangat menjijikkan. Lambat laun, teman-temannya mulai menjauh. Yang ada sekarang hanyalah orang-orang yang mau memanfaatkan dirinya.

Berbagai persaingan dan minimnya dukungan dari orang-orang terdekatnya, akhirnya membuat usaha lelaki itupun jatuh. Ia sekarang tidak mempunyai apa-apa lagi. Bahkan semua orang sudah meninggalkannya. Tetapi, ternyata tidak semua hartanya habis, ia masih memiliki batu berlian besar pemberian seorang nenek yang ia temui beberapa tahun lalu. Entah mengapa, ia mulai merasa menyesal kenapa ia harus meminta berlian tersebut dari nenek tua itu.

Akhirnya, dengan berbagai upaya, ia berusaha mencari kembali nenek tersebut. Setelah berhari-hari mencari, akhirnya lelaki itu menemukan rumah sang nenek, yaitu sebuah gubug kecil di perbukitan. Sambil sujud tersungkur di hadapan sang nenek tua, laki-laki itu mengembalikan berliannya.

“Kenapa engkau dulu memberikan batu permata ini kepadaku?” kata lelaki itu sambil menangis, “Seharusnya, engkau memberikan sesuatu yang lebih berharga dari ini, yaitu kekuatan untuk memberi batu ini.”

Sambil tersenyum, nenek itu menjawab, “Aku sedang mengajarkannya padamu..”

Ketika kesuksesan dan kekayaan telah berpihak dan menjadi milik kita, tetaplah berada di jalan Tuhan yang lurus.

Tuhan Yesus Memberkati.

Menangislah

Ketika kamu bersalah atau pun problema menghampirimu, dirimu rasanya tak tahan lagi dan ingin menangis.

Menangis itu boleh, sebab dengan menangis rasanya dapat melegahkan perasaan kita.

Namun ingat batasannya, jangan sampai kamu terjatuh dalam kesedihanmu.

Keep postive thinking aja, jangan mengeluh dan janganlah resah.

Bangkit, dan pikirkanlah jalan keluarnya!!!

Keep calm and stay prayer! Jesus bless u ...

Filosofi Memanah

Alkisah, di suatu senja yang kelabu, tampak sang raja beserta rombongannya dalam perjalanan pulang ke kerajaan dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial yang sangat menjengkelkan hati karena tidak ada satu buruan pun yang berhasil dibawa pulang. Seolah-olah anak panah dan busur.tidak bisa dikendalikan dengan baik seperti biasanya.

Setibanya di pinggir hutan, raja memutuskan beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah. Dengan tergopoh-gopoh, si pemburu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya.

Setelah berbasa-basi, tiba-tiba si pemburu berkata, “Maaf baginda, sepertinya baginda sedang jengkel dan tidak bahagia. Apakah hasil buruan hari ini tidak memuaskan baginda?”

Bukannya menjawab pertanyaan, sang raja malah beranjak menghampiri sebuah busur tanpa tali yang tergeletak di sudut ruangan.

“Pemburu, kenapa busurmu tidak terpasang talinya?.Apakah engkau sudah tidak akan memanah lagi?” tanya sang raja dengan nada heran dan terkejut.

“Bukan begitu baginda, tali busur memang sengaja hamba lepas agar busur itu bisa ‘istirahat’. Jadi, ketika talinya hamba pasang kembali, busur itu tetap lentur untuk melontarkan anak panahnya. Karena berdasarkan pengalaman hamba, tali busur yang tegang terus menerus, tidak akan bisa dipakai untuk memanah secara optimal.”

“Wah, hebat sekali pengetahuanmu! Ternyata itu rahasia kehebatan memanahmu selama ini ya?” kata baginda.

“Memang, kami turun temurun adalah pemburu. Dan pelajaran seperti ini sudah ada sejak dari dulu. Untuk memaksimalkan alat berburu, kebiasaan seperti itulah yang harus hamba lakukan. Mohon maaf baginda, masih ada pelajaran lainnya yang tidak kalah penting yang biasa kami lakukan.”

“Apa itu?” tanya baginda penasaran.

“Menjaga pikiran. Karena sehebat apapun busur dan anak panahnya, bila pikiran kita tidak fokus, perasaan kita tidak seirama dengan tangan, anak panah, dan busur, maka hasilnya juga tidak akan maksimal untuk bisa mencapai sasaran buruan yang kita inginkan.”

Mendengar penjelasan si pemburu, tampak sang raja terkesima untuk beberapa saat. Tiba-tiba tawa sang raja memenuhi ruangan.

“Terima kasih sobat. Terima kasih. Hari ini rajamu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang pemburu yang hebat.”

Setelah cukup beristirahat, raja pun berpamitan pulang dengan perasaan gembira. Dan timbul keyakinan, lain kali pasti akan berhasil lebih baik.

Kita butuh keahlian dalam mengatur irama kerja dan saat kapan kita harus beristirahat, agar keefektivitasan kerja tetap terjaga. Dan, kemampuan (untuk) fokus dalam melakukan segala kegiatan harus mampu kita bina dan tumbuh kembangkan.

Dengan kemampuan mengunakan dua kekuatan tadi, tentu kita akan menjadi manusia yang efektif dalam menggeluti usaha dan pasti (hasilnya) akan maksimal dan memuaskan.

Dipilih Untuk Suatu Tujuan

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15: 16)

Theo, anak usia delapan tahun, ingin sekali terpilih untuk terlibat dalam pertunjukan drama Natal di gerejanya. Setiap hari ia membicarakan keinginan itu kepada ibunya dengan bersemangat. Lalu tibalah waktunya hari pemilihan.

Ibu mengantar Theo ke gereja dengan perasaan was-was; khawatir kalau sampai Theo tidak terpilih, ia pasti akan kecewa sekali. Sepulang dari gereja ternyata Theo tampak gembira.

“Kamu terpilih, Nak?” tanya ibunya.

“Iya, Bu,” jawab Theo. “Kata Kakak Guru Sekolah Minggu, saya terpilih untuk bertepuk tangan.”

Kita dipilih dalam peran sekecil apa.pun tentunya dengan suatu tugas tertentu. Begitu juga ketika Tuhan.memilih kita dalam peran-peran seperti yang kita punya sekarang ini
— entah sebagai orang tua, suami, istri, pejabat negara, anggota majelis di gereja, entah juga sebagai orang kaya, orang pandai, selebriti terkenal — pasti dengan suatu tugas tertentu.

Tidak mungkin Tuhan secara kebetulan atau tanpa sengaja.memberikan peran-peran itu kepada.kita.

Sama seperti ketika Tuhan Yesus memilih para muridNya. Dia tidak asal-asalan memilih, tetapi dengan suatu tujuan tertentu, yaitu supaya mereka menghasilkan buah. Oleh karena itu, apa pun peran kita sekarang ini, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah:

Apa yang Tuhan ingin kita lakukan dengan peran tersebut? Kalau kita adalah orang tua, Tuhan ingin kita menjadi orang tua seperti apa? Kalau kita adalah pejabat negara, Tuhan ingin.kita menjadi pejabat seperti apa? Kalau kita adalah selebriti terkenal,.Tuhan ingin kita menjadi selebriti seperti apa? Dan sebagainya.

~Tuhan memilih kita sebagaimana kita ada sekarang dengan tujuan luhur~

YESUS KRISTUS mengasihi Anda…

Kamis, 13 Juni 2013

Patung dan Lantai

Di sebuah museum megah, sebuah patung marmer yang sangat indah, diletakkan di atas lantai marmer. Banyak pengunjung yang mengagumi patung cantik itu.

Di malam hari, si lantai mengajak sang patung untuk berbicara.

Lantai: “Hei Patung, dunia ini tidak adil. Mengapa semua pengunjung mengagumi kecantikanmu? Sangat Tidak Adil!!!”

Patung: “Temanku, apakah masih ingat bahwa sebenarnya kita berasal dari gua yang sama?”

Lantai: “Tepat sekali! Itu sebabnya aku tambah yakin kalau dunia ini tidak adil. Kita dilahirkan dari gua yang sama, namun mendapat perlakuan yang berbeda. Tidak adil!!!”

Patung: “Tapi kau masih ingat ketika si pemahat datang dan berusaha membentukmu, kamu malah menolak usahanya?”

Lantai: “Tentu aku masih ingat. Aku.sangat benci orang itu! Aku tidak mengerti mengapa ia ingin membentukku dan alat-alatnya sangat menyakitkan tubuhku.”

Patung: “Tepat sekali! Si pemahat tak dapat bekerja denganmu karena kamu berusaha melawannya.”

Lantai: “Memangnya kenapa?”

Patung: “Si pemahat melirik aku. Aku yakin hidupku akan berubah dengan sentuhannya. Aku tidak melawan alat-alat pahatnya walaupun rasa sakit yang tidak tertahankan harus kulalui.”

Lantai: “Hmm…”

Patung: “Temanku, selalu ada harga yang harus dibayar jika ingin mencapai sesuatu di dalam hidup ini. Jika kita menyerah terhadap tantangan yang dapat merubah nasib kita, kita tidak logis menyalahkan orang lain atas kemalangan yang dialami.”

Banyak orang ingin sukses dan kaya, tapi hanya sekedar ingin. Sukses bukan hanya sekedar ingin, tetapi ada proses, usaha, dan kerja keras.

Hadapi apapun yang terjadi dan jangan pernah menyerah! Itulah cara menjadi Juara Sejati!!!

Selasa, 11 Juni 2013

Kebijaksanaan Penggali Tambang

Ada beberapa penggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa semakin digali, tambang tersebut semakin dalam.

Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu. Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hirup pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang.

Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas karena ketiadaan AC. Setelah capai bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, “Sebaiknya kita duduk tenang dari pada secara hiruk pikuk mencari jalan keluar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.”

Mereka lalu duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin, namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pintu tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita itu.

Bila batin Anda sedang gundah dan kacau, Anda tak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat. Anda butuh untuk pertama-tama menenangkan diri. Hanya dalam keheningan Anda bisa melihat pokok masalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan.