Senin, 24 Juni 2013

Ketika Kita Harus Memilih

Seorang dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berumah tangga.

“Mari kita buat satu permainan. Mohon satu orang bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju papan tulis.

Dosen: Silahkan tulis 10 nama yang paling dekat dengan Anda pada papan tulis.

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, istrinya, anaknya, dan lain-lain.

Dosen: Sekarang silahkan coret 2 nama yang menurut Anda tidak penting.

Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: Silahkan coret 2 lagi!

Mahasiswa itu lalu mencoret nama teman-teman kantornya.

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Mahasiswa Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya sampai tersisa 3 nama, yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening… Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus dipilih. Tiba-tiba dosen berkata,

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yang amat sulit, lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: Silahkan coret 1 lagi!

Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu mahasiswa itu pun menangis.

Setelah suasana tenang sang dosen bertanya kepada Mahasiswa itu, “Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak Anda adalah darah daging Anda, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa Anda berbalik memilih istri Anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?”

Semua orang di dalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari mahasiswa tersebut.

Lalu mahasiswa itu perlahan berkata, “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah istri saya.”

Sudahkah Anda menghargai dan menyayangi istri Anda? Camkanlah, bahwa istri yang baik tidak akan meninggalkan Anda dalam keadaan apapun juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar