Minggu, 09 Desember 2012

SAHABAT YANG SETIA




*Yohanes 15:15,
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Kehidupan manusia tidak lepas dari interaksi sosial. Setiap orang pasti mempunyai teman dekat atau yang biasa disebut sahabat.

Sahabat adalah orang terdekat dalam kehidupan kita. Mereka senantiasa menghibur, mendengarkan, menemani, bahkan rela mengorbankan hidupnya demi menolong kita.

Demikian juga sebagai umat Tuhan, kita memperoleh hak istimewa untuk bisa memiliki seorang sahabat yang dekat dengan kita.

Yesus telah mengangkat kita menjadi sahabatNya (Yoh 15:15). Ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar, karena kita sendiri tidak memilih sembarang orang untuk menjadi sahabat kita.

Apa yang bisa kita peroleh melalui persahabatan dengan Yesus? Apakah arti dari persahabatan ini?

1. Kasih,
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Ams 17:17

Kasih Yesus senantiasa tercurah bagi kita, entah kita dalam kondisi apapun, karena Dia tetap setia.

Yesus sangat mengerti apa yang menjadi pergumulan kita karena Dia telah melalui penderitaan di muka bumi ini dan menanggung setiap dosa pelanggaran umat manusia.

Yesus senantiasa ada bagi kita, walaupun seakan-akan Dia terasa jauh, Dia selalu ada di dalam hati kita. Dan Dia selalu mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan doa kita. Kapan saja kita mau mencurahkan isi hati, Dia selalu siap menanti kita.

2. Pengorbanan,
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yoh 15:13

Pengorbanan Yesus tidak dapat diragukan lagi. KasihNya yang begitu besar telah terbukti dengan kematianNya di atas kayu salib. Dia rela menyerahkan nyawaNya demi menebus setiap dosa umat manusia.

Karya penebusan ini menghapuskan setiap dosa kita yang diakui di hadapanNya. DarahNya menyucikan dan melayakkan kita untuk dapat datang ke hadiratNya dengan penuh keberanian (Ibr 10:19).

3. Kedekatan,
“Tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” Ams 18:4b

Ketika Ayub mengalami suatu penderitaan, semua keluarga dan kerabatnya pergi meninggalkan dia, dan bahkan melupakan dia (Ay 19:14). Tetapi ada satu pribadi yang tidak pernah meninggalkan dan melupakan Ayub, Dia adalah Bapa di sorga.

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” Yes 49:15

Tuhan adalah sahabat setia yang begitu dekat dengan kita, sehingga tidak akan pernah melupakan umatNya.

4. Keterbukaan,
“Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” Yoh 15:15b

Persahabatan erat sekali dengan kepercayaan. Tidak ada cerita yang dirahasiakan bagi seorang sahabat. Demikian juga Yesus akan mengungkapkan segala rahasia sorgawi kepada kita umatNya.

Hikmat-hikmat luar biasa akan dicurahkan bagi kita, ketika kita membina persahabatan dengan Yesus.

Dia akan menuntun kita dan menunjukkan jalanNya yang terang bagi kehidupan kita.

Dia akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah dan problema kita.

5. Kepercayaan,
“Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.” Yak 2:23

Persahabatan mengandung ikatan kepercayaan. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita menjadi sahabatNya dan kita menjadi orang yang bisa dipercaya olehNya.

Kepercayaan akan membawa kepada pemberian tanggung jawab yang lebih besar. Kita melihat bahwa Tuhan memberikan suatu janji yang luar biasa kepada Abraham, dan janji itu telah ditepati. Apakah Anda mau menjadi orang yang bisa dipercaya olehNya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar