Minggu, 31 Maret 2013

Anugerah Keselamatan

* Yohanes 3:36,
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya. "

Syalom saudara,

Pada suatu hari, dua orang sahabat karib yaitu Glen dan Jay diundang oleh beberapa kawan mereka yang berkebangsaan Yahudi. Mereka diundang untuk menghadiri makan malam seder atau dalam arti perayaan bangsa Yahudi untuk memperingati keluarnya bangsa itu dari tanah Mesir.

Perayaan ini diselenggarakan oleh para keluarga Yahudi untuk memperingati Paskah pertama mereka di Mesir ratusan tahun lalu, seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Seluruh orang terlibat dalam perayaan ini tanpa terkecuali.

Kedua sahabat ini mengira perayaan itu bakal muram karena mereka tidak terbiasa dengan adat Yahudi, tetapi ternyata perayaan itu sangat meriah. Pada awal santap malam, sepotong roti dibagi dua. Setengahnya dibagi di antara para tamu; bagian lainnya disembunyikan oleh anggota keluarga yang paling muda. Semua orang dewasa mencarinya, sehingga anak itu merasa sangat senang. Bila tidak ditemukan, maka si anak mengangkat roti tersebut di tengah gelak tawa yang riuh. Setelah itu disusul acara cerita dan nyanyian, dan kalimat yang sering diulang-ulang yaitu L’Chayim atau Demi kehidupan artinya.

Kebanyakan orang merayakan paskah tidak dengan penuh sukacita kasih atas kebangkitan Kristus Yesus. Padahal Paskah menandai pembebasan umat Tuhan dari perbudakan dosa.

Saat Tuhan Yesus dan para murid mengadakan perjamuan malam terakhir, itu juga suatu perayaan Paskah, tetapi dengan nuansa serius. Inilah awal dari banyak peristiwa yang membawa pada pengorbanan-Nya serta penyelamatan kita dari dosa warisan. Karena Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib, telah dibangkitkan pada hari yang ke-tiga untuk menggenapi rancangan penyelamatan Tuhan Allah bagi umat-Nya.

Saudaraku yang terkasih, dan yang saya sapa di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan momentum paskah ini, marilah kita dari perbudakan dosa, menuju kepada pembebasan rohani. Dari kematian menuju pada kehidupan yang kekal, karena surga dan neraka itu nyata. Neraka tempat penyiksaan yang kekal bagi mereka yang tidak percaya pada Tuhan Allah. Namun Kerajaan Surga disediakan-Nya bagi setiap orang yang mengasihi dan melayani-Nya.

Saya rasa kita akan tahu dan akan lebih memilih masuk ke dalam Kerajaan Surga dari pada mendiami neraka. Jadi, Percayalah dan layanilah Tuhan Allah maka Anda akan mendiami kekekalan.

Selamat merayakan hari Paskah saudaraku. Tuhan Yesus sungguh telah bangkit, dan menebus dosa kita umat yang dikasihi-Nya dan terimalah Anugerah Keselamatan dari pada-Nya.

* Matius 17:22-23,
22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia"
23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali."

Kasih Tuhan Yesus Kristus Selalu Memberkati Kita Sekalian. Amin.

Sabtu, 30 Maret 2013

* Jika ada 1000 orang yang RINDU sama kamu,
aku turut di dalamnya.

* Jika ada 100 orang yang MENYAYANGI kamu,
pasti aku termasuk diantaranya.

* Jika ada 10 orang yang BETUL-BETUL PEDULI kamu, percayalah, salah satunya pasti aku.

* Tetapi, jika ada 1 Orang yang RELA MATI untukmu, maaf.., itu BUKAN aku..., tapi YESUS KRISTUS.
Hanya DIA yang RELA MATI untukmu.

Selamat HARI Paskah...
Kasih Karunia dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu sekalian. ♥♥♥

Yang percaya dan diberkati Tuhan katakan "AMIN"

Jumat, 29 Maret 2013

Allah Inkarnasi

*Kejadian 3:15,
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Inkarnasi, (Yunani; εν: dalam, σαρκ: daging) adalah pembuahan dan kelahiran makhluk yang merupakan manifestasi dari suatu tuhan/dewa, atau kekuatan yang imaterial. Contoh inkarnasi adalah Yesus Kristus, yang adalah Tuhan yang mau turun menjadi manusia dalam suatu maksud.

Pengkisaan dan penceritaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, Alkitab (Perjanjian Lama) sudah cukup banyak berbicara soal kedatangan-Nya, dan bahkan nubuat ("yang tertulis", ramalan) Allah yang pertama semenjak penciptaan manusia adalah mengenai kedatanganNya, sebagai yang tertulis di bawah ini,

*Kejadian 3:15,
.... keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Yang melatari belakangi nas di atas adalah ketika kejatuhan manusia Adam ke dalam dosa, dimana Allah memberikan hukuman bagi masing-masing mereka (ular, Adam, Hawa). Pada ayat 15 di atas ditujukan kepada ular, dimana keturunan Adam (akhirnya Yesus) akan meremukan kepala ular (mengalahkan total) namun ular juga akan meremukkan tumit-Nya (membuatNYA berdarah).

*Galatia 3:19,
Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran--sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu--dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

Selain itu, Ia juga akan menggenapi (dalam hal ini, mengakhiri) hukum Taurat, sebab hukum Taurat adalah hukum yang ditambahkan akibat dosa manusia, untuk lebih lanjut baca disini,

http://hsh-kenispri.blogspot.com/2013/03/keberakhiran-taurat.html

Adam lalu diusir oleh dari Taman Eden, dan Allah juga menetapkan sakramen (pelaksanaan) Penebusan Dosa, yang di mana dosa tidak terhapus begitu saja, harus ada pelaksanaannya terlebih dahulu,

Dalam kitab para Imam, mulai dari Imamat 1 sampai pasalnya yang ke-7 memberikan kesan ini. Dimana semua macam dosa diampunkan dengan cara sacrament,

- Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
- Korban Sajian (Imamat 2:1-16) ; tepung/minyak
- Korban Kedamaian/ keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
- Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
- Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13); darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar di atas korban "darah" binatang orang lain).
- Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah

dan hampir segala macam pengampunan dosa itu juga diampunkan dengan penumpahan darah,

*Ibrani 9:22,
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Berikut adalah bukti-bukti nabi-nabi di zaman dahulu mengadakan sacramental ini untuk menghapus dosa:

Ketika air bah surut, Nuh mengadakan korban perdamaian,

*Kejadian 8:20,
20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.

*Ezra 10:19,
Dengan memegang tangan, mereka itu berjanji akan mengusir isteri mereka. Dan mereka mempersembahkan seekor domba jantan dari kawanan kambing domba sebagai korban penebus salah karena kesalahan mereka.

*Bilangan 6:12,
dan mengkhususkan waktu kenazirannya bagi TUHAN. Ia harus membawa seekor domba jantan berumur setahun menjadi korban penebus salah. Hari-hari yang sudah lewat dianggap batal, karena rambut kenazirannya telah menjadi najis.

Namun sacrament yang notabene diberikan oleh umat PERJANJIAN LAMA (YAHUDI) ini hanyalah bayang-bayang (bersifat sementara), bukan hakikat atau wujud asali dari pengampunan dosa,

*Ibrani 10:1,
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Sacramental versi Yahudi ini dilakukan terus-menerus dalam setiap pengampunan dosanya, hingga akhirnya Mesias yang dijanjikan itu datang untuk menebus manusia sekali untuk selamanya,

*Ibrani 10:14,
Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

http://hsh-kenispri.blogspot.com/2012/12/mengapa-yesus-di-salib.html

Ada banyak ayat dalam Perjanjian Lama yang memberitakan hal ini, terutamanya kitab Yesaya yang sebagian besar mengangkat topik ini, seperti ayat berikut ini,

*Yesaya 49:7-8,
7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau."
8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,

*Yesaya 53:5,
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

dan dari kitab lain,

*Zakharia 12:10,
"Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Allah telah memberikan kita manusia sebagai tanda perjanjian, dan manusia itu tidak lain adalah Allah itu sendiri, sebagaimana ungkapan Ia di bawah ini,

*Yesaya 43, (600 BC)
22 "Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.
23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.
24a Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu.

dari ayat 22 - 24a, Allah menyatakan sacrament tidak dilaksanakan lagi, dimana orang Israel (Yakub), tidak perlu membawa korban bakaran, korban sembelihan, kemenyan, tebu wangi dan keperluan sakrament lainnya,

24b Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

Sebab nilai penebusan dosa yang asali adalah mengorbankan diri Ia yang tiada bercacat celah itu, dan pada ayat ke 25, Allah mengungkapan bahwa Dialah yang menghapus dosa pemberontakan manusia yang oleh Dia sendiri.

Peristiwa ini tentu mengingatkan kita atas hal yang terjadi pada Yesus Kristus, sebab tidak lain Ia adalah Allah itu sendiri, yang telah menebus segala dosa manusia.

*Yesaya 43:10
Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi

Mari kita menjadi saksi atas karya terbesar-Nya, percaya dan mengerti bahwa Ia adalah Allah yang telah dibentuk (menjadi manusia) yang sebelum dan sesudahNya tidak dan tidak akan ada.

*Yesaya 53:5,
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

*Yesaya 43:25,
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

Selamat Memperingati Karya Penebusan-Nya. Tuhan Yesus Memberkati.

Artikel Menarik Lain:
1. Keberakhiran Taurat,
Tentang kedatangan Yesus sebagai penggenapan (dalam arti, keberakhiran) Taurat
http://hsh-kenispri.blogspot.com/2013/03/keberakhiran-taurat.html

2. Mengapa Yesus Disalib,
Tentang latar belakang dan definisi penebusan dosa http://hsh-kenispri.blogspot.com/2012/12/mengapa-yesus-di-salib.html

Kamis, 28 Maret 2013

Happy Passover

Alkitab sudah cukup memberikan penjelasan akan makna sengsara dan wafat Kristus yang kita kenangkan hari ini.

Pertama, sengsara dan wafat Yesus terjadi karena dosa-dosa kita.

“Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, .... Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita, ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” (Yes 53:4-6)

Kedua, penderitaan Yesus merupakan perwujudan kasih dan solidaritas-Nya bagi kita, manusia yang lemah dan berdosa.

“Sebab, Dia bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita! Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. … Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. ” (Ibr 4:14;5:7).

Ketiga , Yesus rela menderita dan wafat di salib karena ketaatan-Nya pada kehendak Bapa untuk menyelamatkan manusia.

“Sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. ” (Ibr 5:8-9).

Keempat, dengan menyadari bahwa sengsara dan wafat Kristus yang segera diikuti dengan kebangkitan-Nya ini adalah demi keselamatan kita, maka kita diajak,

"baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. … marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita
menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.” (Ibr 4:14,16).

Untuk merangkum makna kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus ini sekaligus untuk menutup renungan singkat ini, akan saya sampaikan sebuah cerita pendek:

Suatu hari Iblis dan Tuhan sedang ngobrol bareng.

Iblis berkata, “Sir, saya melihat dunia dengan banyak manusia di bawah sana. Saya telah memasang perangkap dan memakai umpan. Saya yakin mereka tidak bisa menolak. Saya akan mendapatkan mereka semua!”

Tuhan bertanya: “Lalu, apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?”

Jawab Iblis, “Saya mengajar mereka untuk sombong, tamak dan serakah, mengejar nafsu duniawi, membenci, menipu, saling mengutuk, mudah marah, korupsi, bermalas-malasan dan melalaikan taggung jawab. Saya mendorong mereka memproduksi narkotika dan membuat senjata untuk mencelakai bahkan membunuh sesamanya. Saya yakin akan berhasil dan saya benar-benar puas!”

Tuhan kembali bertanya, “Dan apa yang akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka dan mereka mengikutimu?”

Kata Iblis dengan bangga, “Oh, saya akan membinasakan mereka.”

Tuhan berpikir sejenak dan bertanya, “Kalau begitu, berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka semua?”

Jawab Iblis, “Oh, Kamu menginginkan mereka selamat. Apa sih bagusnya mereka? Tidak ada. Lihat, Kamu akan mengambil mereka dan mereka akan membenci-Mu. Meskipun Kamu mencintai mereka dan berkorban untuk mereka, mereka akan meninggalkan-Mu. Bahkan, mereka meludahi-Mu, mengutuk-Mu dan membunuh-Mu. Aku yakin, Kamu tidak akan menginginkan mereka!”

Dengan tegas dan mantap, Tuhan bertanya lagi, “Berapa harganya?”

Iblis menatap tajam pada Tuhan dan berkata, “Semua darah, air mata, dan seluruh hidup-Mu.”

Tuhan berkata dengan tegas, ”BAIK!”

Lalu Ia membayar harga tersebut!

* * *

Hari ini, kita kenankan Tuhan kita Yesus Kristus yang mengorbankan hidup-Nya dan menumpahkan darah-Nya untuk menebus kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sudah Selesai

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. (Efesus 1:7-8)

Alkitab menyatakan bahwa dosa itu identik dengan hutang. Konsekwensi dosa adalah mati/kebinasaan yang kekal (Roma 6:23a band. Kejadian 2:17) maka harus ada nyawa untuk membayarnya, agar dosa itu dapat ditebus. Pengampunan dosa dapat terjadi apabila ada nyawa yang dipakai untuk membayar hutang/dosa itu.

Pengampunan dosa itu ibarat seseorang yang punya hutang tapi dianggap lunas oleh si kreditor dimana si kreditor mengambil alih kerugiannya untuk membebaskan pihak yang berhutang itu. Itulah mengapa untuk penebusan dosa manusia, Tuhan harus datang ke dunia, menyerahkan nyawanya sebagai pelunasan hutang-hutang “yaitu dosa manusia” dengan cara mati di kayu salib.

Pemahaman ini tidak dimiliki dalam agama-agama lain {seperti Yahudi (Sebelum Kristen) namun dengan mengorbankan hewan}, sehingga seringkali ada banyak pertanyaan bahkan cibiran, mengapa Allah perlu hadir sebagai manusia hanya untuk mati di kayu salib, seolah-olah Allah lemah dan tidak-berdaya. Kematian Yesus bukanlah kematian ‘martir’ seperti kematian seorang syuhada yang berjihad, kematiannya bukan pula sebagai kekalahan dalam suatu
peperangan. Namun, kematian Yesus adalah KEMATIAN-KURBAN, dimana Allah merelakan diriNya sendiri untuk dikorbankan demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihiNya.

Sebelum penggenapannya, dalam hukum Taurat telah menetapkan hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan “tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan” (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh darah dan kematian Sang Mesias.

Darah yang dilambangkan sebagai nyawa ganti nyawa (konsekwensi dosa) telah digantikan oleh Anak Domba Allah yang sempurna, yaitu Yesus Kristus (Yohanes 1:29). Ini adalah sebuah kematian ‘tukar-guling’ yang merupakan ‘win-win solution’(semua pihak diuntungkan) demi menebus kematian akibat dosa yang menjangkiti semua manusia keturunan Adam.

Dari kenyataan dan pemahaman ini, kita umat Kristiani memandang betapa penting peristiwa Paskah bagi kehidupan manusia, oleh peristiwa Paskah manusia dimungkinkan masuk ke dalam kehidupan kekal. Darah dari Anak Domba Allah yang tercurah di kayu salib menandakan berakhirnya periode Taurat, satu penggenapan yang sempurna karena darah dari Anak Domba Allah sendiri.

Tuhan Yesus di kayu salib itu berkata “tetelestai – Sudah selesai!” (Yohanes 19:30), itu merupakan suatu ucapan kemenangan atas perseteruan terhadap dosa yang menyebabkan kematian kekal berganti menjadi anugerah kehidupan kekal bagi orang-orang yang mau menerima dan mengimani karya Kristus yang terbesar ini.

“tetelestai” Menggunakan perfect tense Yunani yang bermakna penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Perfect tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh. perfect tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan.

Proses yang dilibatkan dalam Perfect tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca.

* Yohanes 19:30,
LAI TB, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {verb – perfect passive indicative – third person singular, (sudah) selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}

Pada naskah papyrus Yunani kuno terdapat satu tulisan tanda terima pajak pada masa jajahan Romawi dulu tertulis kata “tetelestai” sebagai tanda bahwa itu telah dibayar dengan lunas. Dari pengertian ini, kata “tetelestai” juga mengandung makna bahwa hutang dosa itu telah dibayar dengan lunas dengan darah/ nyawa Sang Mesias.

Karena itulah para Rasul menggunakan satu terminologi untuk mengungkapkan kebenaran ajaran keselamatan manusia dalam istilah hutang-piutang (lihat Kolose 2:13-14 bandingkan 1 Petrus 1:18-19, 1 Korintus 6:20).

Kata “tetelestai” adalah sebuah kata yang paling indah dari semua yang tertulis di Alkitab, suatu peneguhan tonggak sejarah dalah kehidupan manusia bahwa penebusan telah selesai, satu kali untuk selamanya, dampaknya terasa hingga kini. Kata “tetelestai” menyatakan sebuah babak baru kepada manusia-manusia yang mengimani karyaNya untuk masuk kedalam satu rekonsiliasi, persekutuan yang indah antara Allah sebagai Bapa dan manusia sebagai anak-anakNya, dan kehidupan yang kekal yang dianugerahkan kepada setiap orang yang beriman kepada Kristus (Yohanes 14:1-6).

Dalam suasana Paskah ini, mari kita syukuri kebaikan Allah kita. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:

Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:20)

Haleluyah!
Happy Easter 2013!
Blessings in Christ,
Bagus Pramono

Penantian Selama 16 Tahun

Amsal 15:13-17

”Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat”....( Amsal 15:13 )

Salah satu kisah nyata yang cukup menarik tentang kegagalan dan perjuangan ini adalah dari karier seorang petenis wanita bernama: Virginia Wade.

Di dalam artikelnya :
”How I won Wimbledon”, ia mengisahkan perjalanan panjang penuh kegagalan yang pernah ia alami sebelum akhirnya ia berhasil menjadi juara Wimbledon serta menjadi salah satu petenis wanita terbaik dunia.

Bayangkan, sebelum akhirnya menjuarai turnamen ini pertamanya, ia harus lebih dahulu gagal di kejuaran tersebut selama 16 tahun!

Menakjubkan! Jarang ditemukan seorang yang tetap bisa bertahan serta memiliki keyakinan bahwa suatu saat bisa menjadi yang terbaik setelah terus gagal selama 16 tahun.

Kunci dimana Virgina tetap punya semangat dan keyakinan luar biasa? Ia menjawab singkat, ”Attitude!”.

Attitude dapat di terjemahkan sebagai sikap hati. Sayangnya, tidak semua orang bisa tetap memiliki sikap hati positif ketika mengalami kegagalan. Apalagi jika kegagalan itu sampai bertahun-tahun. Tetapi, untuk sukses, sikap hati positif adalah satu syarat yang harus ada dalam kehidupan kita.

Entah sudah berapa ratus kalipun kita mengalami kegagalan atau menemui rintangan, jangan sampai itu membuat kita jatuh dalam sikap negatif.

Enam belas tahun perjuangan Virginia Wade, jelas bukan waktu yang singkat. Tetapi, banyak orang yang sukses yang bahkan pernah merasakan kegaggalan lebih lama dari itu, tapi, saat mereka gagal lagi, mereka belajar lagi, mencoba lagi, dan terus mencoba...terus...terus demikian.

Sikap hati yang positif akan membuat kita tetap memiliki semangat hidup, semangat belajar, termasuk belajar terus dari pengalaman hidup kita tiap-tiap hari, itulah yang akan mengantar kita kepada keberhasilan yang kita impikan dan cita-citakan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Selasa, 26 Maret 2013

Kenapa Tuhan memberikan kepada kita masalah?

KENAPA TUHAN MEMBERIKAN KEPADA KITA MASALAH?

Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dengan bagaimana caranya kita menanggapinya.

Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan.masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untuk bertindak dengan bodoh dan membenci masalah-masalah yang mereka hadapi, daripada berdiam diri untuk merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapati dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah di dalam kehidupan kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba menarik perhatian Anda?

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI Anda. Manusia.bagaikan teh celup...jika Anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas!

Pernakah Tuhan menguji kesetiaan Anda dengan masalah? Apakah yang didapati oleh masalah-masalah itu tentang anda?

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu.kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI. Ada pelajaran-pelajaran yang kita pelajari hanya melalui penderitaan dan kegagalan.

Mungkin waktu Anda masih kecil orang tua Anda mengajar Anda untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin Anda belajar justru karena setelah Anda terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu...kesehatan, uang, hubungan..., saat kita sudah kehilangannya.

"Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapanketetapan-Mu." (Mazmur 119:71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut mencegah kita dari bahaya.

Tahun lalu ada satu teman saya yang.dihentikan dari pekerjaannya karena dia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis oleh bossnya. Pengangguran itu merupakan suatu masalah bagi dia, tetapi justru itulah yang menghindarkan dia ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara setahun kemudian ketika kelakuan manajemen yang tidak etis itu akhirnya terbongkar.

"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan..." (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN . Jika kita menanggapi masalah dengan cara.dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita.

Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan Anda dengan Tuhan dan karakter Anda yang akan dibawa dengan Anda sampai kekal. Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa ... kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (Roma 5:3-4)

*1 Korintus 10:13,
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.